Be A Wonderful Wife in Javanese
(sumber) |
Bismillah, postingan kali ini adalah hasil pemikiran tengah malam sambil ngeloni anak sholihah saya, Naura Alia. FYI, mak Ida sedang menggarap buku terbarunya dan memberikan kesempatan para temannya untuk berbagi ide tentang Wonderful Wife fersi masing-masing. Dan saya pun ingin membahasnya dari ujaran orang Jawa mengenai seorang istri. Check this out!
Seperti yang kita ketahui bahwa disetiap daerah atau suku selalu mempunyai pesan-pesan moral dan ujaran tersendiri. Dan karena saya tinggal di Pulau Jawa dan memang asli Jawa (Timur) maka saya akan mencoba mengurai Wonderful wife dari ujaran yang pernah saya dengar. Ujaran tersebut mengatakan bahwasannya seorang wanita itu menjadi sempurna adalah dengan masak, macak dan manak (pandai memasak, pandai berdandan dan pandai mengurus anak/hamil dan melahirkan putra-putrinya).
Nah dari ujaran tersebut saya berfikir bahwa tiga kata tersebut sesungguhnya memiliki makna tersendiri jika direnungkan lebih lanjut, yaitu:
- Masak. Memasak dalam makna yang saya fahami kemudian menjadi bermakna bahwa seorang wanita sebaiknya memang harus mampu untuk meracik bumbu (kehidupan). Dalam konteks dirinya sendiri semestinya memiliki kemampuan untuk memahami diri sendiri baik dari sisi kekuatan maupun kelemahannya untuk kemudian merumuskan segala sesuatu yang mungkin dia lakukan dalam menghadapi kehidupan secara lebih baik. Mampu mengolah perasaan dan fikirannya. Selalu berusaha memperbaiki diri dan meng-upgrade diri agar dirinya sendiri (juga kelurganya) tidak tergerus oleh arus globalisasi yang bersifat merusak. Hal ini bisa dilakukan dengan mulai mengenal diri sendiri yang bisa dilakukan dengan banyak bertafakkur dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta Alloh Subhanahuwata'ala agar senantiasa diberi-Nya petunjuk utuk mengenal dirinya sendiri. Hal ini juga dapat dilakukan dengan menulis (diari) atau media serupa yang diharapkan akan mengajak diri sendiri untuk berdialog secara tidak langsung.
- Macak. Macak ini berarti berdandan yang saya fahami sebagai tindakan untuk memperbaiki sesuatu yang sebenarnya sudah ada. Sebagai seorang wanita sebaiknya pula mampu untuk melihat sesuatu secara utuh (tidak memihak) untuk kemudian memperbaiki hal yang memang perlu. Jika masak lebih berhubungan dengan bagaimana seorang wanita memperbaiki dirinya sendiri, maka macak lebih mengarah pada lingkungan/ keluarganya. Dan hal yang dapat dilakukan adalah dengan melatih diri untuk mengatasi beragam masalah rumah tangga dengan fikiran yang lebih terbuka agar sesuatu yang diputuskan adalah benar-benar yang terbaik
- Manak. Manak ini berarti melahirkan sesuatu. Dimana seorang wanita yang memiliki seorang anak semestinya menjadi wanita yang lebih bijaksana dan selalu berusaha untuk mendahulukan kepentingan anak-anak dan suami ketimbang kepentingan diri sendiri. Seorang wanita yang menjadi ibu akan menjadi lebih berhati-hati menjalani kehidupannya karena dia memiliki putra-putri yang akan selalu menjadi duplikatnya secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga setiap perkataan dan perbuatan akan menjadi lebih terjaga. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan melatih diri untuk prihatin dan sadar diri bahwa apa yang dilakukan (baik dan buruk) akan berpengaruh pada diri sendiri juga keluarganya, sambil terus berdoa kepada-Nya. Wallohua'lam.
Demikian tiga karakter Wonderful wife fersi (Jawa) saya. :D Ngapunten kalo "sok tahu"".hehe :)
*Kemudian untuk blog mak Ida, sepertinya kini lebih fresh karena templatenya sudah digati dengan yang lebih simple. Namun mungkin sedikit menambahkan apabila pengaturan font postingan dibuat tulisan berukuran standar saja (tidak terlalu besar/kecil) sehingga tampilan blog menjadi semakin manis.
ARTIKEL INI DISERTAKAN DALAM GA “WONDERFUL WIFE" By Ida Nur Laila
6 komentar
aku baru tau art kata manak dan macak mbak
BalasHapusalhamdulillah..hehe bahasa jawa mah itu mak lidya :D
Hapusmak isti, makasih sudah ikutan...hihi masak, macak, manak...semoga menang mak
BalasHapussami2 mak ida.
Hapusmirip2 istilahnya ya, Mak :)
BalasHapushehe.. iya mak.kalo jawa aja insyaalloh sama yh mak myra :)
Hapus