­

Sobat blogger kali ini saya ingin bercerita tentang keinginan yang telah demikian lama terpendam dalam lubuk hati, yaitu pergi berhaji. Saya...

Alhamdulillah Alloh Yang Memampukan Kami Insyaalloh Pergi Haji

By 23.43 , , ,

Sobat blogger kali ini saya ingin bercerita tentang keinginan yang telah demikian lama terpendam dalam lubuk hati, yaitu pergi berhaji. Saya teringat ketika SD sekitar tahun 1999, Ibu Guru saya pernah menanyakan apa saja cita-cita kami. Saat itu saya dan teman-teman menuliskan daftar cita-cita kami semua dalam selembar kertas dan dikumpulkan. Beberapa waktu kemudian guru kami tercinta menyampaikan bahwa keinginan kami semua kebanyakan adalah menghajikan kedua orang tua. Beliau bertanya, "Apakah kami tidak ingin pergi berhaji juga?". Yah!, hal tersebut pada akhirnya mulai merasuki pikiran bawah sadar saya. Karena sejak saat itu saya mulai ingin bisa berangkat berhaji ke tanah suci juga.



Tahun 2001 saat saya MTs Alhamdulillah bapak dan ibu saya diberi kesempatan oleh Alloh berhaji. Saat itu bisa dikatakan daftar langsung bisa berangkat tanpa ada masa tunggu seperti sekarang. Bapak dan ibu saya adalah pegawai negeri sipil biasa, keduanya menabung sedikit demi sedikit di Tabungan Haji BRI untuk bisa mendaftar haji. Dan Alhamdulillah pada saat pelunasan beliau berdua bercerita ada saja rejeki dari Alloh. Menabung di BRI memang sangat mudah karena cabangnya cukup banyak di Pasuruan.

Mendengar cerita dan pengalaman berhaji bapak dan ibu membuat saya yakin bahwa Alloh pasti menolong setiap hambanya yang memiliki niat baik. Saya pun selalu berdoa bahkan menangis saat ada berita tentang Haji di televisi. Saat turut menyambangi tetangga yang berhaji juga rasanya senang sekali. Semakin dalam rasanya keinginan untuk berhaji. Subhanalloh..

Waktu berlalu dan ketika itu saya berada di semester 5 masa kuliah di Malang. Kebetulan saya sering sekali menyambangi salah satu bank terdekat yang ada di kampus. Setiap kali saya setor uang tabungan saya selalu melihat brosur tabungan haji. Yaa Alloh.. saya teringat akan keinginan masa kecil dan saat itu juga saya bertekat untuk mendaftar haji di Bank tersebut. Saya tidak sendiri, saat itu saya mengajak sahabat tercinta saya Paramitha untuk ikut daftar karena uang pendaftarannya dan setoran minimal perbulan cukup terjangkau. Namun sahabat saya bilang bahwa dia belum ingin turut mendaftar. Akhirnya saya nekat daftar dengan menyetor sebagian uang tabungan saya untuk tabungan haji. Saya berfikir, Yaa Alloh insyaalloh saya lulus kuliah akan bekerja dan semoga gaji saya akan cukup digunakan untuk memenuhi tabungan haji ini.

Saya pun mengantongi buku tabungan haji saya. Senang sekali akhirnya bisa mulai melaksanakan niat saya tersebut. Saat itu yang tahu hanya Alloh, saya, sahabat saya dan petugas Bank saja. Saya tidak memberitahu orang tua bahwa saya sudah mulai menabung haji meski belum mendapat porsi.

Hingga sekitar setahun kemudian ketika semester 7 dan menjelang kelulusan, ibu saya tiba-tiba menelfon. Beliau menanyakan pada saya ada berapa tabungan saya sekarang. Yah, ibu saya tahu sekali kalau anaknya suka menabung rupanya. Saya bilang, "Alhamdulillah 5 jutaan lebih lah bu". Kemudian ibu langsung bilang bahwa saat itu ibu ada uang dan berniat untuk mendaftar haji kembali. Beliau ingin mengajak saya turut serta. Subhanalloh saat itu juga saya langsung mbrebesmili. Yaa Alloh, Maha Suci Engkau Yang telah membuatku mampu pergi berhaji. Ternyata uang untuk mendapat porsi haji datangnya dari kedua orang tua saya sendiri. Sejak itu saya yakin betul bahwa perintah Alloh untuk pergi berhaji bagi yang mampu sesungguhnya pasti mampu dilakukan semua hamba-Nya, tinggal hamba itu sendiri mau atau tidak untuk berniat/ berkeinginan pergi berhaji. Ibu saya kaget juga ketika tahu bahwa saya sudah punya tabungan haji.

Di saat yang sama saya pun bertanya pada ibu bagaimana dengan kakak saya tercinta. Ibu berdoa insyaalloh kakak akan berangkat bersama istrinya karena saat itu mungkin uang ibu cukup untuk 3/4 orang saja. Sebenarnya sedih sekali seandainya uang tersebut bisa untuk mendaftar kami semua, alangkah bahagianya bisa berlima pergi ke Baitulloh.


Akhirnya saya menutup tabungan haji saya yang di Malang dan membuka kembali tabungan haji untuk mendapatkan nomor porsi sesuai dengan KTP yaitu di Pasuruan. Setelah melunasi BPIH setoran awal di Bank BRI saya, ibu dan bapak langsung mendaftar ke depag untuk mendapatkan porsi haji. Oiya sekedar mengingatkan bagi sobat blogger agar setelah melunasi setoran awal di Bank agar langsung mendaftar ulang di depag. Ada lho saudara kita yang mungkin lupa atau tidak tahu bahwa setelah pelunasan di Bank harus segera daftar ulang di depag. Dia tidak mendaftar di depag, tentu saja tidak mendapat nomor porsi dan baru sadar ketika tetangganya yang saat itu dia pikir daftar haji bersamanya sudah mendapat panggilan haji. Akhirnya dia baru bertanya dan sadar ketika dia melakukan setoran awal di Bank tidak menyerahkan berkas /daftar ulang di depag yang menyebabkan tidak mendapatkan porsi haji. Masyaalloh dah.

Tahun 2011, Alhamdulillah saya menikah dan 2013 lahirlah putri saya tercinta. Sebenarnya ada sedikit rasa khawatir, bagaimana nanti jika saya pergi berhaji tanpa suami karena suami saat itu belum mendaftar. "Yaa Alloh berilah kami kesempatan agar bisa berangkat haji bersama", dalam do'a saya. Rasanya memang mustahil saat itu untuk bisa mendapatkan kuota haji dengan cepat, mengingat hanya suami yang bekerja. Saat itu saya mendorong suami agar segera membuka tabungan haji seperti saya dulu. Saya pikir sebagai niatan awal agar dibenak kita selalu ada keinginan berhaji. Alhamdulillah suami berkenan dan kami membuka tabungan haji di salah satu Bank di Jogja karena kami memang tinggal di Jogja semenjak menikah dan punya anak. Subhanalloh tidak butuh waktu lama, atas izin Alloh uang untuk mendapat porsi haji yang saat itu mencapai 25 juta rupiah ternyata datang melalui Bos di tempat suami bekerja.

Ceritanya saat pengajian di kantor suami dan teman-temannya tiba-tiba diminta menghafal beberapa ayat Qur'an. Alhamdulillah suami memang punya pengalaman hafidz Quran jadi tidak terlalu sulit baginya. Dan ternyata hadiah bagi yang mampu menghafal tadi adalah tabungan haji. Subhanalloh.. , dari situlah suami saya mendapat uang untuk porsi haji di akhir tahun 2013. Allohuakbar !

Jadi memang benar bahwa Nikmat Alloh memang tidak dapat terbantahkan. Jalan untuk berhaji bisa datang dari manapun asalkan kita mempunyai niat yang kuat semata Ibadah Mengharap Ridha Alloh. Sudah terbukti pada saya, suami saya, bahkan banyak hamba-Nya yang sudah pergi haji dengan cara yang tidak pernah diduga oleh akal manusia. Allohuakbar !

Kini saya pun menabung di tabungan Haji BRI Syariah, karena untuk pelunasan semua harus melalui bank syariah. Alhamdulillah mudah sekali apply-nya dan pelayanan juga cukup baik. Yang pasti menabung di BRI Syariah bisa lebih tenang karena Insyaalloh lebih halal. Yuk mulai menabung haji, agar dimampukan oleh Alloh.

Demikianlah cerita saya dan suami yang sangat ingin berhaji dan Subhanalloh dibantu betul oleh Alloh. Semoga menginspirasi sobat blogger semua yah. Aamiin..Wallohua'lam..





You Might Also Like

0 komentar