­

I love Bapak. Setidaknya, kini setelah aku menikah dan mempunyai bayi aku merasa bahwa beliau menjadi sangat-sangat berarti. Yah, dulu serin...

I Love Bapak ku

By 17.22

I love Bapak. Setidaknya, kini setelah aku menikah dan mempunyai bayi aku merasa bahwa beliau menjadi sangat-sangat berarti. Yah, dulu seringkali aku tidak mengerti betapa bapak adalah seorang yang juga mencintaiku. He is make me always to be his princess, and that's always be right.

Bagaimana kemudian aku mulai menyadari semuanya adalah ketika komunikasi kami di suatu waktu tiba-tiba menjadi begitu lancar. Setelah sebelumnya seringkali alot karena sifat kami yang cenderung sama-keras kepala. Suatu waktu itulah yang kemudian menjelaskan padaku betapa aku mirip dengan beliau, dan kusadari ini pemeberian yang kuasa. Di saat yang sama aku berfikir bahwa bapak juga demikian, kami tidak memilih - kecuali segalanya diberikan-Nya pada kami dan yang kemudian seharusnya kami lakukan adalah memanagenya sebaik mungkin. Sejak saat itu aku mulai melihat bapak sebenarnya adalah pribadi yang luar biasa. Yah, bukankah setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Mungkin, aku dulu terlalu sering melihat kekurangan itu, atau bisa jadi karena beliau dulu terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak sempat aku memperhatikan bahwa sesungguhnya beliau adalah memang bapak nomer.1 yang ku punya. yes, I Love him.

Moment spesial yang paling aku ingat adalah bermanja dengan bapak saat liburan-TK (taman kanak-kanak). Yang aku ingat, bapak sejak pagi sudah memandikanku, menyisir rambutku dan membedakiku. Bapak termasuk tipikal laki-laki yang telaten, meski seperti biasa -kurang cermat, seperti membedaki terlalu tebal (dan hal remeh lainnya). But, really- I miss that moment so bad. Segera setelah sekeluarga-waktu itu bapak, ibu, kakak dan aku sudah mandi dan sarapan, kami bergegas menunggu bis umum menuju kota malang. Saat itu, jika bis tidak dalam keadaan kosong- kakak selalu duduk dengan ibu dan aku duduk dipangku bapak.

Saat dalam bis tersebut bapakku sering sekali mengantuk bahkan sampai tertidur. Kalo sudah begitu, beliau akan miring ke kanan-ke kiri dan aku, entahlah menjadi sibuk berfikir bagaimana membangunkan bapak, saat kemiringan tubuhnya sudah mendekati 45' dan disamping kami ada penumpang lain. Ada saja yang akan aku lakukan, seperti mencabuti bulu tangan bapak, menarik-narik lengan baju bapak, atau sekedar bertanya segala hal pada bapak - memastikan agar beliau tetap terjaga.hehe. Tapi dasarnya itu telah menjadi kebiasaan, tetap saja bapak dengan mudahnya tertidur dan tertidur lagi. Yang kuingat, bapak tidak pernah marah saat kutanya ini itu, padahal beliau sedang ngantuk berat. Ahh, kangen saat itu >.<

Nah, ketika aku memasuki masa SD hingga kuliah, komunikasi kami memburuk, karena beliau semakin sibuk dengan pekejaan kantor dan jarang menemaniku belajar atau sekedar menanyakan sesuatu padaku. Mungkin beliau berfikir ibu telah mencukupi kebutuhan komunikasi kami, namun ternyata ada sesuatu yang hilang dan aku menyadarinya ketika sudah dewasa ini.

Dari hal tersebut di atas, aku pun akhirnya mencoba untuk belajar. Paling tidak, saat ini aku mulai memperbaiki komunikasiku dengan beliau. Dan tentu saja hal ini jadi renungan bagiku dan suami untuk dalam mendidik amanah Alloh- Naura-anak kami, agar dia memiliki komunikasi yang tetap terjaga baik denganku maupun abinya.

Well, Bapak is always be my King and I'm his princess

"Artikel ini disertakan dalam Semut Pelari Give Away Time, Kenangan paling berkesan dengan papa"

You Might Also Like

5 komentar

  1. hiks, jadi keinget bapak saya. orang yang keras, tapi mau aja disuruh jawab pertanyaan anaknya yang aneh2 :)

    BalasHapus
  2. Terima Kasih ya mba partisipasinya di 2nd GA Semut Pelari :)

    BalasHapus
  3. miss rohma : kangen njih mbaaakk..

    mak lidya : injih maaakk

    mas husni : siyaap..

    BalasHapus
  4. Bapak memang agak kurang dekat dengan anak-anak ya. Ibulah yang biasanya dominan.
    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus