­

"Sesuatu yang membuat saya menjadi berasa Smart, ya menjadi Smart mommy! Duh, bisa gak ya saya jadi smart mommy?" Well, menj...

Are You Really Smart Mommy?

By 14.51 , ,

"Sesuatu yang membuat saya menjadi berasa Smart, ya menjadi Smart mommy! Duh, bisa gak ya saya jadi smart mommy?"

Well, menjadi smart bagi saya adalah pilihan. Karena setiap orang itu dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan, maka definisi smart adalah sesuai kapasitas masing-masing. Di dunia ini gak ada manusia yang 100% sama persis. Manusia kembar identik pun pasti ada salah satu gen-nya yang berbeda. Alloh pasti membuatnya berbeda agar setiap makhluk ciptaannya selalu bersyukur, betapa spesialnya dirinya telah dibuat dengan kreasi terbaik tanpa ada yang menyamai. Subhanalloh walhamdulillah wallohuakbar. Manusia itu ada yang punya bakat nulis, gambar, bernegosiasi. Ada juga yang mudah memahami sesuatu. Ada pula yang butuh waktu agak lama dalam memahami sesuatu. Menjadi smart dengan kapasitas masing-masing tentu menjadi pilihan, bukan?

Misalnya nih, bagi yang mudah dalam memahami sesuatu tapi dia males dan gak disiplin, apa iya pantes disebut smart? Lantas ada orang yang butuh waktu agak lama dalam memahami sesuatu, tapi dia selalu berusaha memperbaiki dirinya dengan berdisiplin. Orang tersebut mencatat setiap hal yang harus ia fahami, selalu bersemangat menjadi lebih baik. Pantes dong disebut smart?

Atau mungkin orang yang berlaku demikian lebih sering disebut orang yang tak mudah puas karena dia selalu meng-upgrade diri. Karena kehidupan ini dinamis, maka hanya orang-orang yang senantiasa memperbaiki dirilah yang senantiasa di depan. Orang yang tak mudah puas bukan berarti orang yang tidak bersyukur atas apa yang dia dapat sekarang lho! Dia bersyukur pada Sang Pencipta. Namun setelah bersyukur dia lantas berusaha kembali meraih mimpi-mimpinya. Yaps! He is Smart. Really Smart.

Lantas bagaimana dengan smart mommy? Sepertinya semua ibu di dunia ini menginginkan hal tersebut. Dan karena masing-masing ibu adalah spesial dengan karakteristiknya masing-masing, maka semua ibu pasti bisa jadi smart mommy. Hampir tak mungkin seorang ibu hanya berdiam diri di rumah dan tidak melakukan sesuatu. Bagi ibu yang smart, pasti ada sesuatu dipikirannya yang membuat dirinya berfikir harus ada sesuatu yang ia lakukan demi keluarga.

Saya yang usia pernikahan masih 2tahun jalan dan punya anak satu, tentu masih harus selalu belajar pada smart mommy yang lain-yang lebih senior. Namun bagi saya, smart mommy yang ada dalam bayangan saya adalah seorang ibu yang bisa fulltime membersamai keluarganya namun ia tetap bisa menghasilkan sesuatu dengan memaksimalkan diri tanpa kehilangan nilai-nilai pokok menjadi sebagai seorang ibu dan istri. Teman-teman yang kini menjadi seorang ibu, ada yang fulltime di rumah, ada yang berkarir di luar rumah, ada yang bekerja di rumah, semua pasti memiliki konsekuensi. Bagi ibu yang fulltime di rumah pasti kadang ingin turut menghasilkan undi-pundi rupiah untuk membentu suami meningkatkan derajat keluarganya. Ibu yang bekerja di luar pasti mempertaruhkan perasaannya terhadap anak-anak, namun mereka juga bekerja demi keluarga. Bagi yang bekerja di rumah, pun mereka harus siap dengan segala kemungkinan tidak fokus karena mereka membersamai anak-anak dan suami. Semuanya baik, asalkan setiap ibu selalu bersikap dan berfikir smart agar keseharian berjalan lancar dan baik saja.

Keluarga Kecil Kami
Selain itu bagi saya kini banyak sekali tantangan untuk menjadi smart mommy. Salah satunya adalah bagaimana agar anak-anak juga menjadi manusia yang smart, tidak mudah terbawa arus. Salah satu hal yang paling bisa diandalkan adalah membekali mereka dengan ilmu agama semaksimal mungkin. Saya pun masih belajar. Dan untuk bayi saya, saya memulainya dengan membiaskan asmaul husna dan bacaan Quran. Sesungguhnya apa yang saya lakukan secara otomatis melatih diri saya sendiri lho!

Memang dasar ilmu agama saja kadang masih kurang, apalagi yang sama sekali tidak dibekali ilmu agama. Ilmu agama adalah agar manusia menjadi dekat dan mengenal Tuhannya. Dengan mengenal Tuhan, maka dia akan lebih menjaga diri karena merasa Tuhan menjaganya dimanapun dan kapanpun ia berada. Dan tentu hal yang tak dapat ditinggalkan adalah doa. Doa seorang ibu adalah salah satu doa yang diijabah oleh Alloh, sehingga jangan pernah meragukan kekuatan doa ini. Bagaimanapun seorang anak, maka doa ibu akan sangat berpengaruh pada jiwa dan raganya. Namun tentu, menjadi seorang ibu harus tahu diri bagaimana agar doa kita diijabah. Yaitu dengan menjadi seorang ibu yang juga menjaga diri. Istilahnya tirakat, karena sudah menjadi orang tua sehingga hampir apa saja yang kita lakukan akan berengaruh pada keturunan dan keluarga secara langsung maupun tidak. So, let's to be Smart!, mommy.. :)

You Might Also Like

9 komentar

  1. Wah, artikelnya menginspirasi sekali. Dan spesifik unik, tidak seperti umumnya artikel-artikel lainnya. Artikel ini sungguh lebih dikhususkan bagi mereka kaum ibu yang usia pernikahannya masih baru.

    *cocok buat refrensi. Semoga menang ikutan GA-nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kalau bisa menginspirasi njih mas ma'ruf :D sukron jiddan :)

      Hapus
    2. sami-sami.. kembali terimakasih juga

      Hapus
  2. Haloo, Emak Gaoel mampir ngecek-ngecek peserta.
    Terima kasih ya sudah ikut meramaikan Ultah Blog Emak Gaoel.
    Good luck! ^_^

    BalasHapus
  3. Semoga saya jua bisa jadi smart Momy. Belajar ah dari Mak Isti :D

    BalasHapus