­

Logo Jamu Kemasan (credit) "Jamu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang mana banyak dari masyarakat mengonsumsinya untuk m...

Melestarikan Jamu Berawal dari Rumah (Ibu Rumah Tangga)

By 23.31 , , , , , ,

Logo Jamu Kemasan (credit)
"Jamu merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang mana banyak dari masyarakat mengonsumsinya untuk menjaga kesehatan badan sebagai tindakan preventif alias pencegahan terhadap timbulnya penyakit. Jamu sendiri memiliki banyak keuggulan dibandingkan obat-obatan kimia sintesis karena sumbernya berasal dari rempah-rempah/ tanaman alami."

Saya yakin banyak dari sobat blogger pernah mengonsumsi jamu. Hal itu lumrah saja mengingat kita tinggal di Indonesia yang kaya akan warisan leluhur, mulai dari tarian, pakaian, masakan hingga ramuan rempah-rempah untuk pengobatan. Negeri kita yang beriklim tropis memungkinkan banyak tetumbuhan yang hidup dengan subur. Tentu kita harus bersyukur, dan rasa syukur itu alangkah baiknya jka diwujudkan dengan turut melestarikan jamu di Indonesia tercinta ini.

#Pengalaman Pribadi

Saya sendiri selalu ingat, sejak kecil baik ibu maupun nenek sebenarnya banyak mengajarkan saya betapa bermanfaat jamu untuk kesehatan. Mulai dicekoki jamu kunyit+temulawak agar saya doyan makan, diminumkan air kelapa+telur ayam kampung untuk penurun panas / keracunan, kencur+garam saat saya batuk, wedang jahe saat bediding (musim dingin), dan masih banyak lagi. Saya juga sering menemani ibu membuat jamu meniran ketika haid-nya bermasalah dan bapaklah yang mencarikan daun meniran di sepanjang jalan persawahan yang ditumbuhi pohon asem jawa. Ibu dan bapak kadang juga mengajak saya ke depot jamu. Saat mereka memesan jamu masing-masing, saya memilih jamu sinom dan beberapa butir permen gula asem :).

Kunyit Asem (credit)
Saat beranjak remaja, saya sering minum jamu kunyit+asam saat menjelang dan setelah haid. Jika mengalami keputihan, ibu juga mengajari saya untuk membasuh bagian kewanitaan dengan air godokan daun sirih. Ahh, betapa bermanfaatnya tanaman jamu yang tumbuh di Indonesia karena kita tahu cara meramunya. Jika sedang tidak sempat, pun ada depot jamu atau mbak jamu (anaknya mbok penjul jamu) yang menyediakan jamu siap minum.

Jamu Bersalin (credit)
Ketika hamil, saya men-stop konsumsi jamu karena khawatir malah membahayakan janin. Tetapi saat sudah melahirkan saya mengonsumsi jamu komplit hingga 40 hari yang juga merupakan perawatan. Satu kotak jamu untuk ibu selepas melahirkan terdiri dari beberapa kemasan jamu untuk diminum, kemudian parem, pilis dan tapel untuk pemakaian luar. Rasanya ke badan memang lebih enak, meski semalaman harus terjaga untuk menyusui badan alhamdulillah tetap segar. Saya juga berlangganan pada mbak jamu yaitu jamu untuk memperlancar ASI, jamu gejah/ segeran yang biasanya ditambahi beras kencur.

Di rumah pun selalu tersedia rempah-rempah jamu seperti jahe, kunyit, kencur, sereh, dsb. Selain untuk tambahan bumbu untuk memasak, biasanya suami suka dibuatkan wedang jahe+sereh atau STMJ (Susu Telor Madu Jahe) untuk menghangatkan dan menyegarkan badan.

Mbok Jamu Gendong (credit)
Depot Jamu (credit)
Mbak Jamu sepeda (credit)
Di Indonesia ini pula banyak dibuat produk jamu kemasan skala rumahan hingga pabrik. Satu hal yang penting, jangan sembarangan membeli jamu kemasan kecuali produk yang sudah memiliki izin produksi misalnya dari BPOM atau memiliki Nomor PIRT. Lebih baik kita membayar sedikit lebih mahal untuk produk terpercaya dari pada membeli produk kemasan yang palsu dan malah membuat kita sakit, bukan?

Namun saat sakit saya tentu tetap pergi ke dokter. Jamu digunakan sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan alias tindakan pencegahan yang sekiranya masih dapat kita atasi sendiri. Meski aman untuk dikonsumsi, dosis jamu kadang belum terukur secara tepat sehingga alangkah bijaksana jika saat sakit sementara kita tetap pergi ke dokter.

#Melestarikan Jamu Indonesia

Rempah Jamu (credit)
Nah, untuk melestarikan jamu di Indonesia ini menurut saya adalah semestinya dimulai dari para ibu rumah tangga. Karena dalam satu keluarga pasti yang paling care alias perhatian terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi serta kesehatan keluarga tak lain adalah seorang ibu. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa saat ini saya pun terbiasa dan memperoleh banyak manfaat dari konsumsi jamu karena pengalaman saya dimasa kecil hingga dewasa yang banyak diperkenalkan dengan jamu oleh orang tua saya sendiri. Maka demikian penting edukasi jamu untuk para ibu rumah tangga demi kelestarian jamu. Edukasi yang dapat dilakukan untuk para ibu rumah tangga dapat dimulai, diantaranya dengan:

Apotek Hidup (credit)
Pertama
Mulai memasyarakatkan penanaman tanaman jamu/ obat atau yang biasa disebut dengan apotik hidup. Hal ini dapat disosialisasikan baik bagi keluarga yang memiliki lahan tanam luas maupun sempit, karena dengan menanam sendiri maka selain memanfaatkan lahan yang ada juga sebagai sarana rekreasi dan edukasi bagi keluarga utamanya anak-anak dalam mengenal tanaman jamu. Dengan mengenal tanaman jamu maka dimanapun kita berada (jika masih di Indonesia) Insyaalloh akan mudah menemukan dan meracik jamu sendiri.

Kedua
Jika sudah mengenal tanaman jamu melalui apotik hidup, tentu akan lebih mudah bagi para ibu untuk membuat ramuan jamu sederhana yang tepat bagi keluarganya. Namun tentu hal ini harus melalui pembiasaan dan pemahaman akan manfaat jamu agar setiap ibu benar tergerak hatinya untuk turut melestarikan jamu. Maka langkah berikutnya setelah penanaman dan pengenalan tanaman jamu yaitu mengetahui proses sederhana pembuatan jamu. Misalnya untuk mengolah jamu kita haus menggunakan panci kaca atau periuk, karena jika digunakan panci tembaga maka kandungan tembaga pada panci akan bereaksi dengan jamu yang kita olah. Kemudian proses pengolahan tanaman jamu itu sendiri. Hal sederhana semacam ini tentu akan sangat bermanfaat bagi para ibu rumah tangga.

Mengajak anak turut serta membuat jamu (credit)
Ketiga
Ibu rumah tangga sebaiknya membiasakan hidup sehat keluarganya dengan jamu, dimana jamu sendiri diyakini mampu menjaga kesehatan dan vitalitas tubuh. Selain itu, para ibu diwajibkan untuk 'getok tular' yaitu menyampaikan hal-hal yang diketahuinya tentang jamu dan pengolahannya pada keluarga inti secara khusus agar baik suami maupun anak-anaknya juga turut menjaga jamu sebagai warisan nenek moyang.

*Dengan ketiga langkah yang saya sebutkan, semoga akan mampu menjadikan jamu semakin lestari dan berjaya di negeri sendiri.

#Perhatian Khusus dari Pemerintah

Selain pelestarian di tingkat keluarga, ada pula beberapa hal yang patut diperhatikan demi kelestarian jamu ini. Perhatian pemerintah Indonesia secara penuh terhadap penjagaan dan pengembangan jamu adalah hal yang sangat amat penting. Hal ini dapat dicapai, diantaranya melalui:

Anak SD Praktek Membuat Jamu (credit)
Penambahan keilmuan jamu dalam kurikulum pendidikan.
Misalnya pada mata pelajaran IPA/Biologi/Kimia meliputi pengenalan tanaman jamu (secara real dimana masing-masing sekolah juga mempunyai apotik hidup sebagai bahan ajar) serta kandungan yang ada di dalamnya (manfaatnya). Hal ini semoga dikemudian hari akan merangsang anak-anak kita untuk melakukan penelitian tentang jamu secara lebih lanjut yang tentu akan sangat bermanfaat bagi perkembangan keilmuan mengenai jamu.

Dukungan untuk para petani dan pengusaha jamu.
Dimana pemerintah juga menyediakan fasilitas keilmuannya (yang meliputi cara tanam dan pengolahan) maupun fasilitas lain seperti bantuan permodalan serta pemasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri.Karena seperti yang kita ketahui beberapa produk jamuIndonesia juga mulai banyak di ekspor. Edukasi bagi petani dan pengusaha sangat penting mengingat jamu berhubungan dengan kesehatan masyarakat.

Penelitian Jamu (credit)

Dukungan bagi para peneliti agar dilakukan penelitian yang lebih komprehensif lagi terhadap tanaman jamu dan pengolahannya. Serta dinas kesehatan terkait agar mampu mensinergikan pemanfaatan jamu untuk kesehatan masyarakat secara luas. Misalnya melalui standarisasi mutu jamu CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), yaitu bagaimana cara pengolahan dan pemanfaatan yang benar secara medis agar masyarakat tidak perlu ragu lagi dengan efektivitas jamu untuk menjaga kesehatan masyarakat.


Sebagai penyambung kerjasama, antara Petani-Pengusaha-Peneliti-Dinas Kesehatan agar terjadi simbiosis mutualisme di antara keempatnya dan agar jamu tetap lestari di Indonesia ini.



Pembatasan jamu impor, karena seperti yang kita ketahui banyak jamu produk luar Indonesia yang dijual bebas. Karena jika tidak ada pembatasan maka produk jamu/ herbal dalam negeri bukan tidak mungkin akan tergerus arus produk luar.

    Demikian opini saya mengenai pelestarian jamu di Indonesia, negeri kita tercinta ini. Semoga usaha kita untuk melestarikan jamu sebagai warisan budaya bangsa akan berbuah manis dan dirasakan oleh anak cucu kita kelak. Semoga pula jamu Indonesia yang kita banggakan menjadi warisan dunia pula segera disahkan oleh UNESCO.aamiin.


    Sumber:
    http://biofarmaka.ipb.ac.id/phocadownloadpap/userupload/Info/2012
    http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection
    http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal
    http://sdn8selathilir.blogspot.com/2012/04/praktek-membuat-jamu.html
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia-0grGM8g21ntTgBp4B4o44nAETkUoPpMROWExHKlIl_z63gFyL8XuRfo_QWg8Lw5wjB79leKn6nl2JyEuqXpJDBYAI_xdCH29klue52g3vxVpoFPxXuKkR8rr_8lCImOaci6-QYC3eke/s1600/url.jpg
    http://www.sobatcantik.com/wp-content/uploads/2012/12/ctk63.jpg
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqvFY1uwVLuRdLiCkNRlOvn0wuGIaXVobmtQqZD4GGJzjxKkE2dXWOj3HNQvcu9x-dFHlB8aGbDD6FUZLMX5gT3zfutujybfFwSqoPLYIeWr9oj8dl9wLN7HsYIm7rZ430FB7tZehms1Y/s1600/20100918_124227_FOT-201001-003547-D.jpg
    http://www.joglosemar.co.id/images/jamu.jpg
    http://newzizzahaz.files.wordpress.com/2013/02/jamu.jpg
    http://blog.sidpicky.com/wp-content/uploads/2013/09/Traditional-Jamu-herb.jpg
    http://motzter.com/wp-content/uploads/2013/05/wpid-20130423_113355.jpg
    http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ9HsrHDXM
    raEX398nrVANbSGqCc19YPyXqX0gS9h1nmwL15CeCA
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHUKRC1b3bC6RNfvYcJc90sCOQ4yd9jiVCowHQbYmTFFgZNoPXj0KqGIfPdpUl05dHXABnmrx3uCUGVqIG9M-XYxVjYWpK-oDOLMEJGQQrcIbugGCruf3sGOt4fsJ5490NwHkCsYWwa4ad/s400/IMAG0140+(Small).JPG

    You Might Also Like

    6 komentar

    1. saya juga dari kecil udah minum jamu mbk

      BalasHapus
      Balasan
      1. hehe.. memang kita anak2 indonesia suka jamu yah mak

        Hapus
    2. aku suka jamu yang di campur telur & madu :)

      BalasHapus
    3. jamu itu kan intinya menyehatkan ya mak, apapun bentuk dan rasanya tentulah ada manfaatnya. Lestarilah jamu Indonesia :)

      BalasHapus