­

Ikan Tongkol Ikan tongkol merupakan makanan yang sering diolah menjadi lauk karena rasanya yang cukup lezat. Ikan adalah bahan makanan ...

Mengatasi Alergi Keracunan Ikan Tongkol

By 15.39 , , , , , , ,

Ikan Tongkol

Ikan tongkol merupakan makanan yang sering diolah menjadi lauk karena rasanya yang cukup lezat. Ikan adalah bahan makanan yang sering dikonsumsi masyarakat terutama anak-anak karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Pemerintah pun menggalakkannya dengan banyak kegiatan Gemar Makan Ikan. Para ibu rumah tangga juga berusaha memberi berbagai olahan ikan agar anak-anaknya gemar makan ikan, karena protein yang tinggi pada ikan akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

Akan tetapi kandungan protein yang tinggi dan kondisi penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan ikan mudah mengalami pembusukan (perishable food). Kondisi penyimpanan atau lingkungan yang dimaksud meliputi pH, suhu, oksigen, waktu simpan serta kebersihan sarana prasarana. Ikan tongkol termasuk dalam famili scombroidae dimana ikan ini jika dibiarkan begitu saja dalam suhu kamar maka menjadi tidak segar lagi dan mutunya akan turun yang bisa menimbulkan keracunan.
Gejala Alergi pada Kulit

Keracunan ini disebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen seperti Escherichia coli, Salmonella, Vibrio cholerae, Enterobacteriacea dan lain-lain. Salah satu jenis keracunan yang sering terjadi saat mengonsumsi ikan tongkol adalah keracunan histamin (scombroid fish poisoning) karena ikan jenis ini mengandung asam amino histidin yang dikontaminasi oleh bakteri dengan mengeluarkan enzim histidin dekarboksilase sehingga menghasilkan histamin. Bakteri ini juga banyak terdapat pada anggota tubuh manusia yang kurang bersih atau tidak higienis, kotoran/ tinja, isi perut ikan serta peralatan yang tidak bersih.

Kadar histamin dalam daging ikan sebenarnya sangat bervariasi, namun rata-rata untuk ikan family scombroid yang mulai mengalami decompose/ pembusukan biasanya mengandung histamin sekitar 10-50 mg/100 gr dan yang tingkat pembusukannya sudah parah sekali maka kadar histaminnya bisa mencapai 1.000 mg/100 gr. Gejala keracunan akan muncul apabila kita mengkonsumsi ikan dengan kandungan histamin yang berlebih, yaitu dalam jumlah diatas 70-1000 mg.

Keracunan dapat timbul setelah beberapa menit sampai beberapa jam setelah makan ikan dengan kandungan histamin berlebih. Gejalanya antara lain adalah rasa gatal atau terbakar di sekitar mulut, bibir bengkak, wajah kemerahan, berkeringat, mual, muntah, sakit kepala, jantung berdebar, pusing, atau bentol-bentol merah di badan. Gejala ini biasanya membaik sendiri dalam beberapa jam, atau bahkan beberapa hari. Pada kasus yang berat kadang-kadang diperlukan pemberian obat antihistamin dan tindakan medis lainnya. Kasus-kasus keracunan akibat mengkonsumsi ikan masih sering terjadi, sehingga upaya penanganan ikan tongkol selama penyimpanan dengan penerapan teknologi tepat guna perlu dilakukan yaitu dengan penyiangan/ membersihkan isi perut dan insang serta penyimpanan pada suhu rendah.
Obat Alergi dari Dokter

Kemudian untuk mengatasi atau mengurangi gejala alergi/ keracunan ikan tongkol ini adalah dengan memberikan obat golongan antihistamin dan atau hormon kortikosteroid yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Untuk mengurangi rasa panas terbakar bisa diberikan bedak dingin Calamine.

Pengalaman saya sendiri, sebelumnya saya tidak alergi terhadap olahan ikan tongkol sejak kecil. Namun beberapa hari yang lalu saya mengalami gatal di bagian lengan tangan dan kaki. Awalnya saya pikir hanya gatal biasa, malam hari saya baru sadar ketika melihat bagian kulit tangan terdapat titik-titik merah dan terasa gatal sekali terutama bagian telapak tangan dan kaki. Rasanya agak panas dan bengkak, jika digaruk terasa semakin menjadi dan kulit menjadi lecet. Jadi saya sarankan jangan digaruk, namun untuk sementara bisa digunakan lotion atau bedak dingin (penangan pertama).

Karena termasuk keracunan saya pun mengonsumsi susu, ada yang menyarankan air kelapa muda namun saat itu sudah malam pasti tidak ada yang jual. Sebelumnya ibu saya mengolah tongkol yang masih utuh lengkap dengan kepala dan jerohannya. Padahal biasanya beliau membeli ikan tongkol yang sudah bersih (dagingnya saja). Mungkin hal inilah yang menyebabkan alergi. Hingga keesokan harinya baru saya kedokter dan diberikan obat antihistamin. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur membaik. Namun kini saya pun harus lebih selektif terhada makanan, terutama ikan-ikanan.


sumber : https://hartoko.wordpress.com/2008/11/01/awas-keracunan-ikan-tongkol/ http://www.ririekhayan.com/2012/05/histamin-dan-alergi-pada-ikan.html http://www.sinarharapan.co/sehat/read/140322114/jika-konsumsi-ikan-tongkol-menyebabkan-alergi-
https://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_tongkol

You Might Also Like

    0 komentar