Teknologi pure it, Mendukung Kelestarian Sumber Air Minum
Sobat blogger pernah nggak, merasa sangat haus saat bangun tidur? Kalau saya sih, selalu merasakannya. Bahkan sejak kecil keluarga saya membiasakan untuk mengonsumsi air putih saat bangun tidur. Sebagaimana kita ketahui tubuh manusia 70% terdiri dari air. Tubuh manusia
mengandung 70% air (kira-kira 55-60 liter air). Kebutuhan
air dalam tubuh kita minimal 70% dan akan bertambah besar seiring
meningkatnya metabolisme tubuh. Umumnya kita dapat memenuhi kebutuhan
akan air tersebut dengan mengkonsumsi air minum sebanyak 8-10
gelas air sehari.
Air begitu penting untuk tubuh kita, hingga kekurangan cairan pun memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi seseorang seperti mulut kering, mata cekung, jantung berdetak cepat, mudah tersinggung, muntah dan diare. Kondisi kekurangan air tidak hanya berhenti sampai di sini, sebagaimana dikutip dari detikhealth, Jika udara sangat panas dan tidak ada air, maka dehidrasi bisa terjadi dalam waktu satu jam saja. Karena itu seseorang bisa saja meninggal dalam waktu hitungan jam. Namun, jika kondisi sekitarnya tidak terlalu panas atau dingin, seseorang bisa bertahan tanpa air 3 sampai 5 hari, hampir 3 kali lebih cepat daripada seseorang yang mengalami kondisi kekurangan/tanpa makanan. (sumber), karena itu, layaklah dan bahkan wajib bagi kita untuk bersyukur, karena terlepas dari fenomena yang ada, di bumi kita masih banyak ditermukan air yang bisa diolah menjadi air konsumsi, sehingga kita tidak sampai mengalami dehidrasi yang mengancam jiwa kita.
Bumi sendiri sesungguhnya telah diciptakan dengan sistem untuk memenuhi
kebutuhan akan air bersih para penghuninya berupa siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Namun sebagai manusia kita sering lalai dalam menjaga proses lestarinya sistem Bumi ini, bahkan kita seringkali merusak sistem tanpa peduli akibat yang akan terjadi dikemudian hari.
#Fakta tentang terganggunya siklus hidrology
Indeks ketersediaan air di beberapa daerah dinilai kurang
Berdasarkan perhitungan secara teoritis oleh Dr. Widodo dari UII Yogyakarta, ternyata jumlah air tanah di semua kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta sudah mencapai tahap kritis. Hal ini berarti antara jumlah air yang tersedia di akuifer atas cekungan air tidak mencukupi terhadap kebutuhan pemakaian air di masyarakat. Krisis air ini tidak hanya melanda wilayah Kota Yogyakarta saja tetapi di seluruh Pulau Jawa, karena indeks ketersediaan air di Pulau Jawa hanya 1,6 jauh di bawah indeks rata-rata nasional, yaitu 16,8. (sumber)
Penurunan debit air/ matinya sumber air di kantong-kantong strategis
Sumber mata air di Kota Batu merupakan penyangga kehidupan 2/3 penduduk Jawa Timur. Dalam jangka panjang, sumber daya air ini diperkirakan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini akibat kerusakan lingkungan yang semakin parah. Jumlah sumber mata air di Kota Batu awalnya mencapai lebih 111 titik sumber. Pada 2005, ditemukan 53 sumber mata air yang mati. Sedangkan 58 sumber mata air lainya mengalami penurunan debit airnya. (Sumber)
Kerusakan Hutan Tropis memicu krisis air
Dalam sebuah penelitian di wilayah Amazon, Dr Dominick Spracklen dari School of Earth and Environment, University of Leeds menyatakan terkejut mengetahui bahwa hutan menjaga curah hujan di lebih dari separuh wilayah tropis. “Kami menemukan bahwa hutan Amazon dan hutan Kongo menjaga curah hujan di wilayah sekitarnya – dan menjadi sumber air utama penduduk.”
“Penelitian kami juga menemukan bahwa penggundulan hutan di wilayah hutan Amazon dan Kongo bisa menimbulkan bencana (kekeringan) bagi penduduk yang tinggal di negara-negara di sekitarnya, yang berjarak ribuan kilometer jauhnya.” (sumber)
#Beberapa penyebab terganggunya siklus hidrology :
Air begitu penting untuk tubuh kita, hingga kekurangan cairan pun memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi seseorang seperti mulut kering, mata cekung, jantung berdetak cepat, mudah tersinggung, muntah dan diare. Kondisi kekurangan air tidak hanya berhenti sampai di sini, sebagaimana dikutip dari detikhealth, Jika udara sangat panas dan tidak ada air, maka dehidrasi bisa terjadi dalam waktu satu jam saja. Karena itu seseorang bisa saja meninggal dalam waktu hitungan jam. Namun, jika kondisi sekitarnya tidak terlalu panas atau dingin, seseorang bisa bertahan tanpa air 3 sampai 5 hari, hampir 3 kali lebih cepat daripada seseorang yang mengalami kondisi kekurangan/tanpa makanan. (sumber), karena itu, layaklah dan bahkan wajib bagi kita untuk bersyukur, karena terlepas dari fenomena yang ada, di bumi kita masih banyak ditermukan air yang bisa diolah menjadi air konsumsi, sehingga kita tidak sampai mengalami dehidrasi yang mengancam jiwa kita.
![]() Siklus Hidrologi (sumber) |
#Fakta tentang terganggunya siklus hidrology
Indeks ketersediaan air di beberapa daerah dinilai kurang
Berdasarkan perhitungan secara teoritis oleh Dr. Widodo dari UII Yogyakarta, ternyata jumlah air tanah di semua kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta sudah mencapai tahap kritis. Hal ini berarti antara jumlah air yang tersedia di akuifer atas cekungan air tidak mencukupi terhadap kebutuhan pemakaian air di masyarakat. Krisis air ini tidak hanya melanda wilayah Kota Yogyakarta saja tetapi di seluruh Pulau Jawa, karena indeks ketersediaan air di Pulau Jawa hanya 1,6 jauh di bawah indeks rata-rata nasional, yaitu 16,8. (sumber)
Penurunan debit air/ matinya sumber air di kantong-kantong strategis
Sumber mata air di Kota Batu merupakan penyangga kehidupan 2/3 penduduk Jawa Timur. Dalam jangka panjang, sumber daya air ini diperkirakan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini akibat kerusakan lingkungan yang semakin parah. Jumlah sumber mata air di Kota Batu awalnya mencapai lebih 111 titik sumber. Pada 2005, ditemukan 53 sumber mata air yang mati. Sedangkan 58 sumber mata air lainya mengalami penurunan debit airnya. (Sumber)
Kerusakan Hutan Tropis memicu krisis air
Dalam sebuah penelitian di wilayah Amazon, Dr Dominick Spracklen dari School of Earth and Environment, University of Leeds menyatakan terkejut mengetahui bahwa hutan menjaga curah hujan di lebih dari separuh wilayah tropis. “Kami menemukan bahwa hutan Amazon dan hutan Kongo menjaga curah hujan di wilayah sekitarnya – dan menjadi sumber air utama penduduk.”
“Penelitian kami juga menemukan bahwa penggundulan hutan di wilayah hutan Amazon dan Kongo bisa menimbulkan bencana (kekeringan) bagi penduduk yang tinggal di negara-negara di sekitarnya, yang berjarak ribuan kilometer jauhnya.” (sumber)
#Beberapa penyebab terganggunya siklus hidrology :
- Praktik pengambilan (discharge) air tanah melebihi atau tidak sebanding dengan kapasitas imbuhan (recharge),
- Berkurangnya debit air karena sumber airnya yang menghilang dan mengecil akibat reklamasi tanah saat airnya surut.
- Pembalakan liar hutan-hutan produktif sehingga berkurangnya tanah resapan air,
- Pembangunan pabrik/ pemukiman tanpa adanya AMDAL/ pelanggaran terhadap SOP AMDAL yang sudah ditentukan,
- Membuang sampah/limbah sembarangan sehingga air tercemar, dst.
- Pembuatan sistem Drainase yang kurang memperhatikan kelestarian dan siklus hidrologi, yakni tidak tersedianya ruang untuk resapan air.
Perusakan tersebut telah menyebabkan dampak negatif seperti terjadinya penurunan debit air tanah sehingga sulit untuk menemukan sumber air bersih, kekeringan/kelangkaan air di daerah yang sebelumnya subur dan terjadinya banjir. Dampak negatif dari kelangkaan sumber air bersih tentu akan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan manusia. Karena kesehatan kita akan sangat dipengaruhi dengan kualitas air yang kita konsumsi sehari-hari. Bukankah kita selalu membutuhkan air bersih untuk minum, mandi/membersihkan diri, dsb? Lantas bagaimana jika sumber air bersih tersebut mulai menipis bahkan langka/habis?, tentu kita sendirilah yang akan menerima imbasnya.
![]() |
Konservasi Lingkungan (sumber) |
Penurunan permukaan air tanah yang berakibat sulitnya mendapatkan air saat musim kemarau akan terus terjadi selama tidak ada upaya antisipasi. Upaya antisipasi tersebut bisa dilakukan dengan melakukan pengelolaan air berkelanjutan melalui menambah kawasan imbuhan, melakukan konservasi, membuat sumur resapan atau membuat zona kritis air, dan memaksimalkan fungsi dari air yang telah tersedia di sekitar kita. Memang kita tidak dapat memungkiri hal yang telah terjadi, seperti kelangkaan air bersih akibat kurang mampunya kita menjaga kelestarian sumber air bersih. Akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki hal itu semua. Nah, untuk melindungi sumber mata air ini kita sendiri bisa mulai membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan di antaranya dengan :
- Memaksimalkan penggunaan air yang ada (air tanah dan air keran) sebagai sumber mata air bersih, salah satunya dengan menggunakan teknologi pureit untuk menghasilkan air konsumsi tanpa harus melakukan pengeboran air artesis/ air dalam tanah, serta tanpa penggunakan listrik dan gas.
- Meningkatkan daya serap tanah dengan membuat lubang resapan biopori atau biasa disingkat LRB dengan memanfaatkan air hujan agar sebanyak mungkin meresap ke dalam tanah (Teknik ini diperkenalkan oleh Kamir R. Brata, Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya lahan dari Institut Pertanian Bogor, Beliau terinspirasi dari Al_Qur�an Surat Az-Zumar ayat 21. - sumber)
- Turut menanam kembali pohon-pohon pada daerah yang gundul (menghutankan lahan gundul) agar dapat berfungsi kembali menyerap dan mempertahankan ketersediaan air tanah.Hal ini terbukti efektif meningkatkan debit air dalam jangka waktu tertentu, seperti yang dilakukan Sugiarto yang menerima penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta. Sugiarto tergerak untuk menyelamatkan sumber mata air dengan cara menghutankan lahan gundul di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Membiasakan diri untuk membuang sampah/limbah di tempat pembuangan yang semestinya.
- Tidak buang air di sembarang tempat, misalnya sungai karena akan mencemari sungai tersebut dengan bakteri E.coli .
- Saling mengingatkan untuk peduli terhadap kelestarian sumber mata air melalui media sosial dan Blog.
- Menggunakan sumber mata air secara efisien dan efektif, disertai pengawasan dan sosialisasi dari/ dan atau kepada seluruh pihak.
- Terus meningkatkan pengembangan teknologi/ penelitian yang mendukung kelestarian sumber daya air (seperti yang dilakukan oleh unilever melalui teknologi pure it dan Kamir R. Brata melalui teknologi biopori-LBR).
#Tentang air Bersih Layak Konsumsi
![]() |
Air Minum (sumber) |
- Jernih, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna.
- Suhunya sebaiknya sejuk dan tidak panas.
- Bebas unsur-unsurkimia yang berbahaya seperti besi (Fe), seng (Zn), raksa (Hg) dan mangan (Mn).
- Tidak mengandung unsur mikrobiologi yang membahayakan seperti coli tinja dan total coliforms.
Menurut standar WHO, air minum yang layak dikonsumsi memiliki kadar TDS <100. Pada dasarnya kategori air menurut TDS (total dissolved solids) atau kandungan unsur mineral non-organik dalam air terbagi menjadi 4, di antaranya:
- Lebih dari 100 ppm : bukan air minum
- 10 – 100 ppm: air minum
- 1 – 10 ppm : air murni
- 0 ppm : air organik
- Mengontrol suhu tubuh
- Faktor penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi ke dalam tubuh. Membawa oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh kita sehingga semua sel dan organ tubuh termasuk otak, ginjal, jantung, limpa, paru-paru dapat tetap hidup dan berfungsi dengan baik.
- Detoksifikasi, membawa sisa-sisa pembakaran tubuh termasuk racun-racun ke alat sekresi sehingga metabolisme tubuh berjalan baik. Ini berarti semua zat yang ada di dalam air minum ikut ke dalam tubuh dan peredaran darah kita.
- Fungsi lainnya bagi kesehatan adalah kulit menjadi lebih sehat, membantu penurunan berat badan, menurunkan resiko serangan jantung, membantu sendi dan otot menjadi rileks, melancarkan proses buang air besar dan menambah energi serta kesegaran tubuh.
#Akibat yang ditimbulkan
akibat kekurangan air dalam tubuh, yaitu:
- Kita akan teracuni hingga mati oleh kotoran dalam tubuh kita sendiri.
- Mengalami pandangan yang buram, rasa penat, mual, pusing saat bangun tidur (hangover), lesu hingga sembelit.
- Gangguan ginjal, gangguan fungsi liver dan infeksi sistem air seni.
- Hipertensi, nyeri punggung, radang sendi, bengkak bernanah dan asma.
- Penurunan 5% stok air dalam tubuh menyebabkan seseorang kehilangan 30% energinya.
- mulut kering, mata cekung, jantung berdetak cepat, mudah tersinggung, muntah dan diare
- suhu tubuh akan terus meningkat sehingga bisa menimbulkan gejala 'heat stroke'
#Pureit Salah Satu Solusi untuk Menjaga Kelestarian Sumber Air Minum
Dengan teknologi pureit, kita akan mendapatkan air siap minum tanpa menggunakan listrik dan gas. Tentu hal ini sebagai salah satu solusi dalam mengurangi konsumsi sumberdaya alam tak tergantikan.
Melalui teknologi pureit yang dikembangkan oleh Unilever ini pula, kita bisa memaksimalkan air (permukaan) yang berada di sekitar kita, semisal air sumur. Dengan teknologi ini, Untuk mendapatkan air konsumsi yang berkualitas, kita bisa membuang jauh frame berpikir "harus menggali sekian puluh meter tanah" untuk mendapatkannya. Hal ini akan membantu dan mendukung usaha menjaga kelestarian sumber daya air, sehingga debet air yang ada di bumi kita bisa lebih terjaga.
Melalui teknologi pureit yang dikembangkan oleh Unilever ini pula, kita bisa memaksimalkan air (permukaan) yang berada di sekitar kita, semisal air sumur. Dengan teknologi ini, Untuk mendapatkan air konsumsi yang berkualitas, kita bisa membuang jauh frame berpikir "harus menggali sekian puluh meter tanah" untuk mendapatkannya. Hal ini akan membantu dan mendukung usaha menjaga kelestarian sumber daya air, sehingga debet air yang ada di bumi kita bisa lebih terjaga.
#Mengapa Menggunakan Pure it:
- Tidak memerlukan listrik atau gas untuk mengubah air mentah menjadi air siap minum, sehingga kebutuhan akan sumberdaya akan berkurang dan mendukung gerakan hemat energi serta pelestarian lingkungan, (sebagaimana kita ketahui bahwa listrik dan gas juga banyak dihasilkan dari materi alam tak tergantikan).
- Air minum yang dihasilkan Pureit jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan bebas dari virus, bakteri, parasit maupun partikel organik berbahaya
- Teknologi pureit telah mendapatkan pengakuan dari Environmental Protection Agency dan telah diuji oleh laboratorium terakreditasi IPB, ITB dan UGM menggunakan Permenkes 2010.
- Tidak memerlukan sambungan ke keran.
- Sangat praktis digunakan. Tinggal menuangkan air tanah / PAM mentah yang biasa dimasak untuk minum ke wadah bagian atas Pureit melalui Saringan Serat Mikro.
![]() |
4 Tahap Pemurnian Air (sumber) |
Tahap 2: Filter Karbon Aktif – menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman – menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
Tahap 4: Penjernih – menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami
Komponen
2-3-4 disebut Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan
memurnikan 1500 lt air setara dengan 80 galon (suhu air 25o C,
kelembaban sedang) untuk 6 – 8 bulan pemakaian. Masa pakai Germkill Kit
tergantung dengan pemakaian air. Yang perlu diingat air yang dimasukkan ke dalam Pureit adalah air yang biasa Anda rebus untuk diminum.
Germkill Life Indicator (Indikator) akan memberitahukan kapan harus mengganti Germkill Kit. Jika
Germkill Kit yang sudah habis masa pakai belum diganti, Mekanisme
Penghentian Otomatis akan menghentikan aliran air dari Wadah Atas
sehingga menjamin untuk selalu mendapatkan air minum yang aman (Garansi 1 tahun untuk cacat produksi sejak tanggal pembelian).
Pureit
memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection
Agency (EPA), Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus
berbahaya. Pureit mendapatkan sertifikat dari lembaga ilmu pengetahuan di Asia dan Eropa seperti:
- UGM, ITB, IPB untuk kinerja Pureit
- Sucofindo untuk kinerja Pureit
- Scottish Parasite Diagnostic Laboratory, Glasgow, Inggris
- Indian Public Health Association
- London School of Hygiene and Tropical Medicine (University of London), Inggris
#Keunggulan Pureit
- Sangat praktis. Hanya memasukkan air ke dalam alat dari bagian atas, Pureit akan memurnikan air untuk siap minum.
- Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
- Biaya per liter pemurnian air hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter).
- Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
- Pureit memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
- Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
- Garansi satu tahun.
#Cara Kerja Pureit
- Isi penuh 9 liter air PAM/tanah mentah wadah bagian atas.
- Air akan mulai mengalir di wadah transparan 45 menit - 1 jam.
- Buang air isian pertama untuk melakukan pembilasan dan lakukan proses pembilasan ini sebanyak 3 kali.
- Setelah itu isi kembali wadah bagian atas dan air di wadah transparan sudah siap diminum.
- Pengisian kedua dan seterusnya akan memakan waktu 15 – 30 menit.
- Simpan pompa plastik di tempat aman (nanti dibutuhkan untuk keperluan pembersihan).
- Jauh lebih praktis.
- Mampu menghilangkan kontaminasi dalam air minum Anda yang tidak dapat dihilangkan dengan hanya memasak seperti merkuri, pestisida, karat besi dan sebagainya.
- Pureit sangat terjangkau dan hemat.
- Tidak perlu khawatir kehabisan air isi ulang di rumah Anda.
- Tidak perlu ragu akan sumber air yang digunakan untuk air isi ulang Anda.
- Tidak perlu ragu bagaimana air diproses di depot isi ulang.
- Tidak perlu repot menyediakan air isi ulang secara rutin di rumah Anda.
- Menghemat sejumlah uang setiap bulannya karena Anda tidak perlu lagi membeli air isi ulang.
- Menghemat uang tiap bulannya karena Anda tidak perlu lagi membeli air galon.
- Tidak perlu khawatir kehabisan air galon di rumah.
- Tidak perlu repot menyediakan air galon di rumah Anda terus-menerus.
- Tidak perlu khawatir akan keamanan dan kualitas air galon yang Anda gunakan setelah galon tersebut keluar dari pabrik.
- Pureit - GKK Rp 150 ribu = 1500 liter -> Rp 100/liter
- Galon Bermerek - Rp 10 ribu = 19 liter -> Rp 526/liter (Hemat 5x lipat)
- Galon Isi Ulang - Rp.3.500 = 19 liter -> Rp.184/liter (Hemat 2x lipat)
- Rebus air - Gas 3 kg = Rp.12 ribu, 2 minggu, 112 liter -> Rp.107/liter (Hemat waktu dan praktis)
Jika 1 minggu memakai 2 galon (38 liter), penghematan 1 thn dengan memakai Pureit:
- Galon Bermerek = 2 galon X 10.000 X 52 mgg – (38 liter X 52 mgg X Rp 100) = (1.040.000 – 197.600) = Rp 843.000
- Galon Isi Ulang = 2 galon X 3.500 X 52 mgg – (38 liter X 52 mgg X Rp 100) = (364.000 – 197.600) = Rp 166.400
- Rebus = 52/2 X 12.000 – (112 liter X 26 mgg X Rp 100) = (312.000 – 291.200) = Rp 20.800
#Bagaimana memiliki pureit
Setelah sobat blogger mengetahui bagaimana pureit bisa menjadi solusi dalam peran serta kita untuk menjaga kelestarian sumber daya air, tentu pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul di benak kita adalah "Bagaimana kita bisa memiliki pure it?"
Setelah membuka website pureit (http://www.pureitwater.com/ID/), ternyata kita bisa order online via website tersebut (klik di sini) atau bisa membeli langsung di toko-toko terdekat. dan sobat blogger juga bisa menjadi Agen lhooo .... , untuk informasi selengkapnya, sobat blogger bisa mengirimkan email ke pureit.indonesia@unilever.com
Setelah sobat blogger mengetahui bagaimana pureit bisa menjadi solusi dalam peran serta kita untuk menjaga kelestarian sumber daya air, tentu pertanyaan selanjutnya yang mungkin muncul di benak kita adalah "Bagaimana kita bisa memiliki pure it?"
Setelah membuka website pureit (http://www.pureitwater.com/ID/), ternyata kita bisa order online via website tersebut (klik di sini) atau bisa membeli langsung di toko-toko terdekat. dan sobat blogger juga bisa menjadi Agen lhooo .... , untuk informasi selengkapnya, sobat blogger bisa mengirimkan email ke pureit.indonesia@unilever.com
*tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Blog Pure It dengan tema “Kelestarian Sumber Air Minum“
oleh Istiqomah Primasari
sumber :
http://www.pureitwater.com/ID/
http://geographiccorner.blogspot.com/2011/05/siklus-
hidrologi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air
http://health.detik.com
http://geographiccorner.blogspot.com/2011/05/siklus-
hidrologi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air
http://health.detik.com
http://lombablogpureit.blogdetik.com/tentang/
http://www.antaranews.com/262342
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/07/10/4921
http://airminummurnidansehat.blogspot.com//melestarikan_air_bersih_sebagai_sumber_kehidupan/#.ULmzclK4KuI
http://airminummurnidansehat.blogspot.com//melestarikan_air_bersih_sebagai_sumber_kehidupan/#.ULmzclK4KuI
http://wawan94.sman7malang.sch.id/?p=5
http://info-kesehatan.net/antara-air-minum-sehat-dan-air-minum-dalam-kemasan/
http://ardiz.blogspot.com/2010/08/kawasan-hutan-wehea-kutai-timur.html
http://ada-kamu.blogspot.com/2012/09/berapa-lamakah-tubuh-manusia-bisa.html
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2012/11/14/danau-di-indonesia-makin-menghilang-508242.html
http://pslh.ugm.ac.id/home/ebook.php?subaction=showfull&id=1264492689&archive=&start_from=&ucat=27&
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1482-pencetus-lubang-resapan-biopori
http://www.hijauku.com/2012/09/07/kerusakan-hutan-tropis-picu-krisis-air/
http://info-kesehatan.net/antara-air-minum-sehat-dan-air-minum-dalam-kemasan/
http://ardiz.blogspot.com/2010/08/kawasan-hutan-wehea-kutai-timur.html
http://ada-kamu.blogspot.com/2012/09/berapa-lamakah-tubuh-manusia-bisa.html
http://green.kompasiana.com/penghijauan/2012/11/14/danau-di-indonesia-makin-menghilang-508242.html
http://pslh.ugm.ac.id/home/ebook.php?subaction=showfull&id=1264492689&archive=&start_from=&ucat=27&
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/1482-pencetus-lubang-resapan-biopori
http://www.hijauku.com/2012/09/07/kerusakan-hutan-tropis-picu-krisis-air/
1 komentar
lengkap banget
BalasHapus