Ranuku yang Melenakan
Matahari masih baru saja menampakkan rona sinarnya ketika aku dan suami
pergi jalan-jalan menuju ranu. Rumah kami hanya berjarak 15menit dengan danau
satu ini jika ditempuh dengan motor. Kali ini kami berdua mencoba berjalan kaki
menyusuri rel kereta api surabaya-jember yang pagi itu masih basah oleh embun.
Kami berjalan beriringan meniti satu-persatu anak rel sambil menikmati udara
pagi itu. Tiba-tiba saja aku teringat pesan ibu bahwa hari ini ada peringatan
distrik'an di ranu.
![]() |
Ranu Grati |
Distrik'an adalah salah satu perayaan sekaligus peringatan bagi warga ranu
yang meliputi beberapa desa yang mengelilingi ranu. Pagi sebelumnya, ibu berpesan
agar lebih berhati-hati jika pergi ke ranu. Bukan tanpa alasan, kami sebagai
warga desa yang berdekatan dengan ranu tahu betul unggah-ungguh. Saat
distrik'an, warga sudah seharusnya lebih menjaga sikap saat pergi ke ranu
karena hari perayaan ini tidak hanya dirayakan oleh warga Grati dan sekitarnya,
tapi juga oleh warga danau yang kasat mata. Kisah masa lalu mengenai danau ranu
sudah kudengar sejak kecil. Terlebih aku sebagai warga Grati memang sudah
seharusnya menjaga kekayaan alam termasuk kekayaan kisah dari tempat wisata yang satu ini.
Aku dan suami memperlambat perjalanan menuju ranu agar sampai di sana lebih siang, berharap acara distrik'an ranu sudah dimulai. Ternyata aku sudah sampai di pendopo ranu tepat pukul 06.30wib dan belum terlihat kesibukan warga. Seharusnya biaya untuk memasuki ranu hanya 2000 rupiah. Tetapi karena masih terlalu pagi, aku dan suami tidak perlu membayar karcis masuk, karena pintu masuk ranu masih digunakan warga setempat menuju pasar untuk menjual barang dagangannya. Biaya masuk ke ranu ini sebenarnya terlalu murah, padahal fasilitas yang ditawarkan di dalam cukup banyak. Oh ya, semestinya ada buku panduanberwisata di ranu agar pengunjung yang datang bisa tahu asal-mula ranu dan keelokannya dengan lebih mendetail.
Aku dan suami memperlambat perjalanan menuju ranu agar sampai di sana lebih siang, berharap acara distrik'an ranu sudah dimulai. Ternyata aku sudah sampai di pendopo ranu tepat pukul 06.30wib dan belum terlihat kesibukan warga. Seharusnya biaya untuk memasuki ranu hanya 2000 rupiah. Tetapi karena masih terlalu pagi, aku dan suami tidak perlu membayar karcis masuk, karena pintu masuk ranu masih digunakan warga setempat menuju pasar untuk menjual barang dagangannya. Biaya masuk ke ranu ini sebenarnya terlalu murah, padahal fasilitas yang ditawarkan di dalam cukup banyak. Oh ya, semestinya ada buku panduanberwisata di ranu agar pengunjung yang datang bisa tahu asal-mula ranu dan keelokannya dengan lebih mendetail.
![]() |
Sudut di danau ranu |
Dibalik kisah masa lalu ranu yang penuh mistis, danau yang memiliki luas
1085ha ini sesungguhnya menyimpan begitu banyak keindahan yang melenakan. Saat itu, aku duduk di samping suami sambil memandangi air danau yang beriak-riak kecil. Background view berupa pegunungan semeru, hingga
ikan-ikan air tawar di karamba yang ada sepanjang pinggiran danau melengkapi indahnya ranu pagi. Ketika
memandangi ranu, selalu saja rasa tenang menghanyuti jiwa. Bukan mistis. Tetapi
air danau yang jernih, angin sepoi-sepoi serta hijauan yang memenuhi setiap
sudut danau benar-benar melenakan. Udara yang masih bersih, jauh dari polusi
perkotaan menjadi nilai plus tersendiri bagi ranu sebagai tempat wisata.
![]() |
Fasilitas air |
Yang aku tahu, ranu Grati telah mulai ramai diperkenalkan oleh pemerintah
daerah kami sejak tahun 2000. Mulai dari diadakannya lomba perahu naga tingkat seJawa-Bali
hingga disediakannya beragam fasilitas wisata seperti pendapa yang biasanya
digunakan untuk lomba kreatifitas anak yang rutin digelar setiap distrik'an. Taman bermain anak-anak dengan berbagai mainan seperti ayunan dan
jungkat-jungkit, serta fasilitas umum lain ada di sini. Selain itu juga tersedia becak
kayuh untuk mengelilingi sebagian dari pinggiran ranu, dimana dengan uang 3000
rupiah saja kita bisa sepuasnya mengayuh. Ada juga speed boat dengan harga sewa
50.000 rupiah. Aku dan suamiku saat itu belum bisa menyewa becak kayuh karena masih terlalu pagi.
![]() |
Telor Asin |
Selain sebagai tempat wisata, selama ini ranu digunakan penduduk untuk memelihara ikan air tawar di karamba atau biasa
disebut jaring apung. Warga juga biasa mencari ikan di ranu. Ikan lempuk
misalnya. Ikan yang menjadi icon produk unggulan grati ini diklaim hanya ada di ranu Grati. Ikan lempuk adalah ikan air tawar yang bentuknya sangat kecil,
lebih kecil dari ikan teri. Sayangnya karena hari itu distrik'an, maka tidak ada warga yang terlihat mencari ikan. Selain mencari ikan, warga juga biasa mencari kreco
alias keong hitam untuk makanan bebek. Menurut warga, jika bebek memakan kreco
maka telur yang digunakan untuk membuat telor asin menjadi lebih masir.
![]() |
Peta Ranu Grati |
Untuk mencapai ranu Grati sebenarnya cukup mudah karena danau ini adalah danau dataran rendah
satu-satunya di kabupaten Pasuruan. Bahkan sejauh yang
saya tahu, danau ini terbesar di Jawa Timur. Ranu dapat dicapai dengan angkutan umum dari
jalan raya Deandels. Jika anda naik bis dari Surabaya-maka bilang saja turun Grati,
maka baik angkutan umum, becak ataupun ojek akan dengan mudah ditemui untuk
mengantar ke ranu. Bagi teman-teman IIDN yang ingin ke ranu Grati sih, tinggal calling aku saja deh. :)
*tulisan ini diikutsertakan dalam kuis kamis IIDN menulis tentang "Travelwriting"
oleh Istiqomah Primasari
2 komentar
Sip deh ceritanya. Bener ya mbak kalo saya ke Ranu dianterin nih.....
BalasHapushayuuuk mah mbak yulia.. silakan atuh ^^
BalasHapusmumpung saya masih dipasuruan nih..hehe