­

Matahari masih baru saja menampakkan rona sinarnya ketika aku dan suami pergi jalan-jalan menuju ranu. Rumah kami hanya berjarak 15meni...

Ranuku yang Melenakan

By 20.59 , , ,


Matahari masih baru saja menampakkan rona sinarnya ketika aku dan suami pergi jalan-jalan menuju ranu. Rumah kami hanya berjarak 15menit dengan danau satu ini jika ditempuh dengan motor. Kali ini kami berdua mencoba berjalan kaki menyusuri rel kereta api surabaya-jember yang pagi itu masih basah oleh embun. Kami berjalan beriringan meniti satu-persatu anak rel sambil menikmati udara pagi itu. Tiba-tiba saja aku teringat pesan ibu bahwa hari ini ada peringatan distrik'an di ranu.

Ranu Grati
Distrik'an adalah salah satu perayaan sekaligus peringatan bagi warga ranu yang meliputi beberapa desa yang mengelilingi ranu. Pagi sebelumnya, ibu berpesan agar lebih berhati-hati jika pergi ke ranu. Bukan tanpa alasan, kami sebagai warga desa yang berdekatan dengan ranu tahu betul unggah-ungguh. Saat distrik'an, warga sudah seharusnya lebih menjaga sikap saat pergi ke ranu karena hari perayaan ini tidak hanya dirayakan oleh warga Grati dan sekitarnya, tapi juga oleh warga danau yang kasat mata. Kisah masa lalu mengenai danau ranu sudah kudengar sejak kecil. Terlebih aku sebagai warga Grati memang sudah seharusnya menjaga kekayaan alam termasuk kekayaan kisah dari tempat wisata yang satu ini. 

Aku dan suami memperlambat perjalanan menuju ranu agar sampai di sana lebih siang, berharap acara distrik'an ranu sudah dimulai. Ternyata aku sudah sampai di pendopo ranu tepat pukul 06.30wib dan belum terlihat kesibukan warga. Seharusnya biaya untuk memasuki ranu hanya 2000 rupiah. Tetapi karena masih terlalu pagi, aku dan suami tidak perlu membayar karcis masuk, karena pintu masuk ranu masih digunakan warga setempat menuju pasar untuk menjual barang dagangannya. Biaya masuk ke ranu ini sebenarnya terlalu murah, padahal fasilitas yang ditawarkan di dalam cukup banyak. Oh ya, semestinya ada buku panduanberwisata di ranu agar pengunjung yang datang bisa tahu asal-mula ranu dan keelokannya dengan lebih mendetail.

Sudut di danau ranu
Dibalik kisah masa lalu ranu yang penuh mistis, danau yang memiliki luas 1085ha ini sesungguhnya menyimpan begitu banyak keindahan yang melenakan. Saat itu, aku duduk di samping suami sambil memandangi air danau yang beriak-riak kecil. Background view berupa pegunungan semeru, hingga ikan-ikan air tawar di karamba yang ada sepanjang pinggiran danau melengkapi indahnya ranu pagi. Ketika memandangi ranu, selalu saja rasa tenang menghanyuti jiwa. Bukan mistis. Tetapi air danau yang jernih, angin sepoi-sepoi serta hijauan yang memenuhi setiap sudut danau benar-benar melenakan. Udara yang masih bersih, jauh dari polusi perkotaan menjadi nilai plus tersendiri bagi ranu sebagai tempat wisata.

Fasilitas air
Yang aku tahu, ranu Grati telah mulai ramai diperkenalkan oleh pemerintah daerah kami sejak tahun 2000. Mulai dari diadakannya lomba perahu naga tingkat seJawa-Bali hingga disediakannya beragam fasilitas wisata seperti pendapa yang biasanya digunakan untuk lomba kreatifitas anak yang rutin digelar setiap distrik'an. Taman bermain anak-anak dengan berbagai mainan seperti ayunan dan jungkat-jungkit, serta fasilitas umum lain ada di sini. Selain itu juga tersedia becak kayuh untuk mengelilingi sebagian dari pinggiran ranu, dimana dengan uang 3000 rupiah saja kita bisa sepuasnya mengayuh. Ada juga speed boat dengan harga sewa 50.000 rupiah. Aku dan suamiku saat itu belum bisa menyewa becak kayuh karena masih terlalu pagi.

Telor Asin
Selain sebagai tempat wisata, selama ini ranu digunakan penduduk untuk memelihara ikan air tawar di karamba atau biasa disebut jaring apung. Warga juga biasa mencari ikan di ranu. Ikan lempuk misalnya. Ikan yang menjadi icon produk unggulan grati ini diklaim hanya ada di ranu Grati. Ikan lempuk adalah ikan air tawar yang bentuknya sangat kecil, lebih kecil dari ikan teri. Sayangnya karena hari itu distrik'an, maka tidak ada warga yang terlihat mencari ikan. Selain mencari ikan, warga juga biasa mencari kreco alias keong hitam untuk makanan bebek. Menurut warga, jika bebek memakan kreco maka telur yang digunakan untuk membuat telor asin menjadi lebih masir.

Peta Ranu Grati
Untuk mencapai ranu Grati sebenarnya cukup mudah karena danau ini adalah danau dataran rendah satu-satunya di kabupaten Pasuruan. Bahkan sejauh yang saya tahu, danau ini terbesar di Jawa Timur. Ranu dapat dicapai dengan angkutan umum dari jalan raya Deandels. Jika anda naik bis dari Surabaya-maka bilang saja turun Grati, maka baik angkutan umum, becak ataupun ojek akan dengan mudah ditemui untuk mengantar ke ranu. Bagi teman-teman IIDN yang ingin ke ranu Grati sih, tinggal calling aku saja deh. :)



*tulisan ini diikutsertakan dalam kuis kamis IIDN menulis tentang "Travelwriting"   oleh Istiqomah Primasari

You Might Also Like

2 komentar

  1. Sip deh ceritanya. Bener ya mbak kalo saya ke Ranu dianterin nih.....

    BalasHapus
  2. hayuuuk mah mbak yulia.. silakan atuh ^^
    mumpung saya masih dipasuruan nih..hehe

    BalasHapus