­

Tentang impian. Maka impian masa kecilku adalah menjadi seorang astronot. Entah pastinya dari mana aku kemudian mempengaruhi diriku sendiri...

Dear Alloh, Would You Make My Dream Come True :)

By 15.37

Tentang impian. Maka impian masa kecilku adalah menjadi seorang astronot. Entah pastinya dari mana aku kemudian mempengaruhi diriku sendiri untuk sangat ingin menjadi astronot. Mungkin karena sejak mengenal yang namanya buku, bapakku sering sekali dengan begitu antusiasnya membelikan buku yang aku minta. Bahkan ketika aku tak mendapatkannya di toko buku langgananku, beliau akan dengan sangat antusias mencarikan buku tersebut saat ada tugas luar kota. Beliau juga tak segan untuk titip pada teman kantornya buku yang sulit aku dapatkan di kota kami di Pasuruan. Ahh, aku jadi sadar betapa luar biasanya bapakku. Dan aku kini ingin menangis. Sungguh. Saat ini aku tiba-tiba kangen pada bapak di rumah Pasuruan.

Bapakku adalah sesosok yang keras kepala, dan demikianlah aku kemudian turut menjadi sepertinya. Aku ingat dulu saat kuliah aku bahkan pernah mengalami masa-masa "kres" dengan bapak. Namun, aku bersyukur pada Alloh beberapa waktu kemudian aku melakukan perjalanan jauh-kebetulan waktu itu study eksekursi kampus-, dan aku mendapat waktu yang sangat luas. Yang kemudian membuatku memikirkan ulang hubunganku dengan bapak. Yah, aku ingat kami dekat sekali ketika aku masih kecil hingga setidaknya akan masuk SD. Saat itu aku juga ingat bapak sering "ngramuti" aku, seperti memandikan sekaligus ndandani saat ibu sedang sibuk di dapur atau sibuk dengan kakakku. Ibu juga sering cerita, saat aku balita aku sampai demam dan panasku tidak turun-turun gara-gara bapakku tidak pulang-ketika itu bapak ada tugas belajar di Jogja. Biasanya beliau pulang di akhir pekan, namun suatu waktu beliau juga ada kegiatan lain sehingga tidak bisa pulang Pasuruan. Akan tetapi setelah tahu bahwa demamku tidak kunjung sembuh, akhirnya beliau memutuskan untuk segera pulang. Saat bapak sudah di rumah dan menemaniku "ngeloni", eh ternyata segera saja panasku turun dan aku pun sembuh. Ibu bilang, demamku itu karena kangen bapak.

Dan saat sudah di SD hingga MAN, memang kami tidak sedekat dulu, karena bapak sibuk dengan pekerjaan kantor dan cenderung menyerahkan masalah anak-anaknya pada ibu. Akupun jadi berjarak dengan beliau. Meski kini kusadari ada kalanya bapak disela kesibukannya menyempatkan untuk membelikanku buku atau sesuatu yang kubutuhkan, namun jarang sekali ada pembicaraan dari hati-kehati di antara kami padahal saat itu aku beranjak remaja dan mulai memasuki ranah dewasa. Dan puncaknya adalah "kres" yang kemudian kusesali, mengapa aku demikian. Tapi Subhanalloh, setelah aku menjalani study eksekursi dan memikirkan segalanya, aku sadar bahwa sifat kerasku atau bapakku toh tidak pernah kami minta. Ini ada pada kami atas ridho-Nya dan hal yang terbaik adalah bagaimana kemudian kami yang dengan bijak mengendalikan diri kami. Jika kadang aku menyesal memiliki beliau yang keras, bukankah beliau tidak pernah menyesal memilikiku sebagai putrinya. Ya Alloh, bahkan beliau telah menimangku semenjak aku bayi. Aku benar sadar akan hal ini, saat aku memiliki baby Naura dan melihat suamiku menimangnya-aku teringat bapakku. Aku sayang bapakku. Beliau pasti sangat menyayangiku, kakakku juga ibuku, hanya saja mungkin kadang beliau terhalang dengan sifat kerasnya. I Really Miss Him. 

Aku teringat sebuah Quotes dari postingan mak Alaika Abdul, "Every Woman May Not be Queen to Her Husband, But She is Always a Princess to Her Father". Yap, itu benar dan akupun meyakini kebenarannya meski bagiku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mulai memahami. Whatever, segala hal yang terjadi pasti ada hikmah yang bisa aku ambil atau setidaknya pelajaran agar hal-hal yang kurang baik tidak diulang lagi.

Oke kembali ke impiaku. Dan karena demikian antusiasnya bapak mencarikanku buku, aku punya cukup persediaan buku yang kebanyakan tentang pengetahuan alam alias IPA. Aku bahkan pernah menjuarai cerdas cermat IPA waktu SD gara-gara beberapa jawaban tepatku tentang tata surya, padahal saat itu skor dengan peserta lain beda tipis.

Suatu ketika aku cerita pada ibu bahwa aku senang sekali bisa menemukan konstelasi bintang yang ada di buku IPA-ku, namun ibu terlihat tidak terlalu memahami meski tetap antusias mendengar ceritaku. Kebetulan bapak sedang duduk-duduk di teras rumah sambil membaca buku dan tiba-tiba saja beliau menawariku untuk melihat bintang di lapangan depan masjid jami', mumpung langit malam tidak sedang tertutup mendung. Akupun segera saja meng-iya-kan ajakan bapak, dan kamipun berangkat berdua saja. Di lapangan aku duduk di rerumputan dan membuka buku panduan konstelasi bintangku sambil menjukkannya pada bapak. Kami berdua senang sekali dan pulang sambil menyerbu ibu yang menunggu di rumah dengan cerita kami di lapangan.

Sejak itu aku semakin senang dengan IPA dan memutuskan untuk menjadi astronot saat dewasa nanti. Aku juga menempel klipingan di koran tentang peluncura-peluncuran pesawat ulang-alik di Amerika atau Rusia saat masih tinggal di asrama MAN3 Malang. Meski aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya menjadi astronot, apa ada sekolah astronot, atau bagaimana? Namun, hingga memasuki masa kuliah aku tidak pernah benar-benar mengikis cita-citaku ini. Apalagi saat awal masuk kuliah aku sempat mengenal teman chat-ku yang juga sennag dengan dunia astronomi dan diapun mempunyai cita-cita yang sama. Kami mendiskusikan banyak hal sambil bertukar software atau sekedar info terbaru dunia astronomi. Oya, saat akan ikut UMPTN dulu aku tahu ada jurusan astronomi di ITB, namun ibu dan bapak menolaknya karena menurut beliau aku lebih baik memilih universitas yang di Jawa Timur saja.

Aniwei impian itu ternyata masih ada sampai sekarang. Yah, meski sudah menikah, entahlah aku masih ingin sekali menjadi astronot atau setidaknya bisa melakukan perjalanan ke luar angkasa yang sekarang lagi banyak diusahakan secara komersil oleh perusahaan-perusahaan bonafide di luar negeri sana. Hmm.. salah satunya ada nih kemarin aku lihat ada kompetisi dari merek parfum cowo yang hadiahnya perjalanan ke luar angkasa. Kalau dilihat dari syarat dan jaur kompetisinya sih kayaknya emang untuk cowo banget, tapi iseng aja kemarin ikutan. Sapa tau ada doaku yang nyantol disana. Aamiin.. :')

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway Tuppy, buku dan bipang yang diadakan oleh mbak Artha di www.argalitha.blogspot.com

You Might Also Like

2 komentar

  1. hihi, jadi inget sama iklan, Mbak. Yang mau jadi astronot :p

    terima kasih, sudah terdaftar yaaa

    BalasHapus
  2. oh ya? keluar angkasa? wow spectakuler hehe smoga berhasil mbak

    BalasHapus