­

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan. tentang komunitas Agama, sepertinya agak SARA yah? T...

Komunitas Agama

By 23.09 ,

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan. tentang komunitas Agama, sepertinya agak SARA yah? Tetapi disini saya ingin mencoba membahas tentang komunitas Belajar Agama alias Mengaji Agama. Komunitas Belajar Agama adalah salah satu bagian dari komunitas agama bukan? Dan saya kepengen banget cerita tentang masa-masa saya kecil saat mengikuti komunitas belajar agama ini. Komunitas Belajar Agama tentunya ideal banget diikuti anak-anak yang masih belia, karena ilmunya gampang masuk kalo masih kecil. Sudah pernah dengar melukis di atas kertas akan lebih mudah daripada di atas batu khan?, ini sesuai banget dengan prime time pembelajaran agama yang ideal bagi seorang manusia. Yuk lanjut!

Jadi pertama kali saya belajar agama tentu saja pada ibu dan bapak saya, keluarga adalah komunitas pertama yang mengajari saya banyak hal tentang agama dan kebiasaan-kebiasaan baik. Beliau berdua-ibu dan bapak, sering mengajari saya untuk menghafal surat-surat pendek sambil memperdengarkannya dalam jamaah sholat maghrib serta isya' di rumah, karena saat itu mushola di tempat kami belum dibangun. 

Hingga mushola RT dibangun (didusun kami hampir tiap RT ada mushola, tetapi saat sholat Jum'at/Id semua dilaksanakan di Masjid kecamatan yang jaraknya dari rumah saya sekitar 150m), akhirnya saya dan keluarga jamaah maghrib-isya'-subuh di mushola karena selain untuk meramaikan mushola dengan jamaah, kami bisa bersilaturrahim dengan tetangga yang saat pagi hingga sore jarang bertemu karena aktivitas kerja dan sekolah. Mushola lah yang kemudian menjadi komunitas belajar agama saya yang kedua. Dengan pergi ke mushola, saya pun menjadi lebih disiplin karena tentu saja sholat berjamaah di mushola harus on-time agar bisa dapat tempat sholat yang diinginkan alias PeWe. Iya, ibu dan saya seringkali berangkat ke mushola lebih awal agar bisa memilih tempat sholat. Jika berangkat terlambat, tentu saja kami seringkali dapat tempat yang kurang nyaman, terlebih jika saat itu jamaah sedang cukup banyak memenuhi mushola. Sholat pun akhirnya kurang mantap.

Kembali ke masalah Belajar Agama. Pada akhirnya saat saya memasuki SD kelas 1, akhirnya saya diperbolehkan ikut kakak untuk Madrasah siang plus mengaji sepulangnya dari Madrasah siang. Madrasah siang ini biasanya masuk pukul 13.00, saya dan kakak biasa bersiap selepas dhuhur. Setelah bersiap sayapun bonceng kakak untuk berangkat ke Madrasah, dan Madrasah ini usai sekitar pukul 16.00 yang langsung dilanjut mengaji di rumah bukaji (panggilan buat ibu yang mengajar mengaji) yang berada tepat di selatan masjid kecamatan. Kakak dan saya pun segera melepas sandal dan berkumpul di ruang belakang rumah bukaji. Di sana kami duduk melingkar bermejakan dampar untuk meletakkan iqra' secara berurutan untuk disemak mengaji oleh bukaji. Setelah kami berdua selesai biasanya kami langsung pulang karena hari telah begitu sore, bahkan menjelang maghrib-kakak pun mempercepat kayuhan sepedanya. Aku yang bonceng dibelakang, berpegangan erat agar tidak jatuh (ternyata hobi kebut-kebutan kakak sudah keliatan sejak kecil.hehe). Sesampainya di rumah, biasanya saya segera mandi dan berganti pakaian untuk segera bersama ibu pergi ke mushola untuk jamaah sholat maghrib.

Biasanya saat bulan Ramadhan, komunitas mengaji kami libur, sehingga ada lagi komunitas baru di mushola selepas sholat subuh berjamaah yaitu tadarus putri. Karena untuk putra biasanya tadarus selepas tarawih pada malam hari, dan keesokan harinya kami melanjutkan bacaan quran putra, agar bisa khatam beberapa kali dalam satu bulan. Saat tadarus, tentu saja yang nyemak alias menyimak lebih banyak lagi. Karena semua peserta tadarus, semua menyemak bacaan pembaca qur'an secara bergantian. Biasanya masing-masing dapat bagian satu ain, dan bisa berulang dua hingga tiga kali bergantung jumlah yang ikut tadarus dan waktu yang ditentukan. Ahh.. senang sekali belajar agama waktu itu.. Semoga nanti baby Naura bisa belajar Agama di komunitas yang lebih baik yah nak..

You Might Also Like

0 komentar