Menjadi Cantik Dengan Cerdas Memilih Kosmetik
Cantik. Apa sih sebenarnya definisi dari cantik itu sendiri? Cantik menurut KBBI adalah elok; molek (tentang wajah, muka perempuan) (sumber : www.kbbi.web.id/cantik). Menurut saya, cantik itu subyektif tergantung pada siapa yang melihat. Dan penilaian seseorang yang melihat adalah berdasarkan pengalaman hidup masing-masing.
Misalnya definisi cantik orang Indonesia saat ini kebanyakan berkiblat pada kecantikan wajah korea yang cenderung putih mulus. Akan tetapi bagi orang Amerika dan Eropa justru banyak yang mendambakan kulit kecokelatan yang eksotis.
Saya pun mengagumi kecantikan wajah korea. Bagaimana mereka bisa memiliki wajah yang mulus, bersih, bahkan dengan make-up minimalis sudah demikian memukau. Sepertinya sih karena yang saya tonton setiap hari di televisi iklan dengan wajah seperti itu, atau karena sekarang banyak drama korea, girlband maupun boyband korea yang dengan mudahnya ditonton dimanapun dengan adanya sambungan internet.
Penonton drama korea ataupun girlband dan boyband korea ini berkisar di rentang usia remaja dan dewasa. Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ada 143,26 juta orang Indonesia yang telah menggunakan internet, dari total populasi sebanyak 262 juta orang. Berarti sekitar 54,86 persen orang Indonesia yang telah terhubung ke internet. Daei data tersebut, diketahui orang Indonesia yang paling banyak menggunakan internet didominasi oleh generasi millenial, yang rentang usianya mulai 19-34 tahun yaitu sekitar 49,52 persen. (sumber : www.kumparan.com/@kumparantech/generasi-millenial-dominasi-pengguna-internet-di-indonesia).
Berkembangnya digitalisasi informasi ini semakin memudahkan konsumen untuk mengakses pembelian barang dan jasa produk kosmetik. Pada penjualan ecomerse produk kosmetik menjadi produk yang banyak diperjualbelikan. Padahal tidak semua produk sesuai standar yang diberlakukan BPOM.
Beredarnya produk ilegal, substandar dan bahan berbahaya melalui jalur perdagangan online serta informasi dan promosi kosmetik yang tidak obyektif dan cenderung menyesatkan konsumen menjadi tantangan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dalam rangka perlindungan konsumen. Perlu dilakukan edukasi pada usia produktif agar lebih waspada. Kewaspadaan ini penting agar mereka menjadi konsumen cerdas yang mampu melindungi diri dari bahaya produk tidak memenuhi persyaratan.
#Cerdas Memilih Kosmetik
Sebagai kaum milenial, kita harus cerdas dalam memilih kosmetik di era digital ini. Kita mendapat banyak kemudahan untuk mengakses informasi melalui internet. Baik itu informasi melalui media sosial seperti instagram, facebook, youtube, twitter, dsb.
Kita harus pandai memilah dan memilih informasi yang diterima. Jangan hanya karena suatu kosmetik banyak digunakan ataupun diendorse para artis kenamaan, lantas kita tergiur dan membelinya begitu saja. Beberapa artis mengendorse suatu kosmetik kadang tidak benar-benar menggunakannya. Mereka mendapatkan bayaran dari endorse tersebut. Bukan tidak mungkin, artis tersebut tidak menggunakan sama sekali kosmetik yang dia endorse karena dia sendiri sudah memiliki perawatan maupun kosmetik wajah yang mumpuni melalui konsultasi dengan dokter, dsb yang sesuai dengan kondisi kulitnya.
Seorang influencer seperti artis televisi, selebgram, youtuber, dsb sebaiknya meng-endorse suatu produk kosmetik secara obyektif, tidak menyesatkan dan lengkap. Ada lho bahasa-bahasa yang dilarang dalam iklan kosmetik, seperti mengobati, ampuh, tidak ada efek samping, satu-satunya, dsb (bisa disimak di infografis berikut).
Karena sesungguhnya fungsi utama kosmetika adalah membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan, memperbaiki atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetika tidak digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit.
#Bijak Belanja Online
Maka penting sekali untuk bijak dalam memilih kosmetik. Ada baiknya kita menentukan kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit langsung di gerai kosmetik yang sudah terpercaya di kota terdekat. Atau jika memang harus belanja kosmetik online, kita harus cek apakah penjual kosmetik tersebut menjual kosmetik yang asli. Jangan karena tergiur oleh harga yang murah dan beberapa testimoni pengguna lantas kita membeli kosmetik secara online begitu saja.
Jangan sampai salah membeli kosmetik karena wajah dan tubuh kita-lah taruhannya. Bahan kosmetik yang berbahaya yang seharusnya tidak boleh ada dalam suatu kosmetik, yang juga telah ditetapkan oleh BPOM seharusnya dipatuhi oleh para produsen kosmetik.
Adanya BPOM ini sangat membantu kita untuk menyeleksi kosmetik mana yang sudah layak dan aman. BPOM ini merupakan lembaga pemerintah yang berfungsi untuk melindungi masyarakat.
#Cek KLIK
Cara memilih kosmetik yang aman bisa dilakukan dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluwarsa). Bisa disimak melalui penjelasan Miss Klik berikut (sumber: Instagram @missklik_queen) :
#Aplikasi Cek BPOM
Untuk memudahkan mengetahui Izin Edar BPOM, kini kita bisa mengetahuinya dengan Aplikasi cek BPOM Mobile yang dapat dioeroleh di Google Play maupun App Store. Dengan mendownload aplikasi BPOM Mobile ini kita bisa memverifikasi obat atau makanan yang sudah terdaftar di BPOM. Selain itu kita juga bisa melakukan pengaduan jika ada produk yang tidak ditemukan serta mengetahui berita terbaru dari BPOM.
Oleh sebab itu yuk kita menjadikan diri ini lebih cantik dengan cerdas dalam memilih kosmetik agar kesehatan tubuh pun terjaga. Karena kosmetika yang dilarang berarti mengandung bahaya bagi tubuh kita baik secara langsung maupun tidak langsung. Jangan hanya karena ingin cantik seperti selebgram, lantas kita sembarangan membeli kosmetik yah. Be Smart!
2 komentar
Maaf saya cuma baca judulnya langsung komen, nemu di twitter linknya atuh da... wios nyak teu nyambung artikel ge, masa atuh saya kudu mencari dan milih kosmetik sih, kalau saya jadi cantik, ntar kesaing... Gimana coba?!
BalasHapusSetuju sama artikel ini bun. Jadi cantik pun harus cerdas, karena bahan-bahan kimia dari kosmetik dan skin care belum tentu aman buat kulit. Memang agak effort sih untuk cari satu-satu mana yang cocok dan aman. Termasuk gali informasi produknya, apakah terdaftar di BPOM atau nggak. Semangat buat kita!
BalasHapus