Ada Surga di Takabonerate
![]() |
Pantai dan Pasir Putih Takabonerate (sumber) |
Indonesia
merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan dan potensi lebih
dari 50 taman laut. Taman Laut tersebut di antaranya Taman Laut Bunaken
(Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Takabonerate
(Sulawesi Selatan), Raja Ampat (Papua Barat), Derawan (Kalimantan
Timur), Pulau Riung (NTT), Banda (Maluku Tengah), Karimun Jawa (Utara
Yogyakarta), dan seterusnya. Setiap Taman Laut memiliki keunikan yang
menjadi ciri khas daerah masing-masing.
Mengapa Taman Laut Takabonerate begitu menarik?
Alasan mengapa Taman Laut Takabonerate menjadi begitu menarik karena Takabonerate merupakan Taman Laut yang memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva
di Kepulauan Moldiva. Atol adalah terumbu karang yang berada di laut
tropis dan subtropis, terutama dikawasan Samudera Pasifik dan Samudera
Hindia berbentuk melingkar seperti cincin dan ditengahnya terdapat
laguna. Bukankah kita patut bangga? Maka dalam tulisan kali ini saya
ingin berbagi kebanggaan itu dengan mengurai mengenai Taman Nasional Takabonerate. Mulai apa saja yang ada di sana, flora-fauna, spot diving, sejarah serta rute perjalanan ke Taman Nasional Takabonerate. Agar kita benar-benar mengetahui potensi Indonesia dan Jamrud Khatulistiwa tetap terjaga untuk anak dan cucu-cucu kita.
Taman Laut Takabonerate
![]() |
Kawasan Taman Nasional Takabonerate (sumber) |
Taman Laut Takabonerate
ini ditunjuk sebagai taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Kehutanan No. 280/Kpts-II/1992 tanggal 26 Pebruari 1992 dengan luas
530.765 hektar. Kawasan Taman Nasional Takabonerate
terletak di laut Flores dengan jarak 79-206 mil sebelah Selatan
Benteng, Ibukota Kabupaten Selayar. Secara administratif pemerintahan
terletak pada 2 wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Pasimaranu dan
Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Dati II Selayar, Propinsi Sulawesi
Selatan. Secara geografis terletak antara 120°55´ - 121°25´ Bujur Timur
dan 6°20´ - 7°10´ Lintang Selatan dengan keadaan oceanografis
perairannya sebagai berikut :
• Temperatur perairan 28° - 32°C
• Salinitas 34 – 35 °/00
• Kecerahan 80 – 100 %
• Oksigen terlarut 4,5 – 6,0 ppm
• Pasang surut 1 – 1,5 meter
• Kecepatan angin 33 - 50 cm/detik
• Musim Barat Januari s/d Maret
• Musim Timur Juli s/d September
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Taman Nasional Takabonerate
memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia. Luas atol tersebut
sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas
500 km². Takabonerate memiliki topografi kawasan yang sangat unik dan
menarik, dimana atol terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan
rataan terumbu yang luas dan tenggelam membentuk pulau-pulau dengan
jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat
selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian
permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam
dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah,
terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang
membentuk kolam-kolam kecil.
Kelebihan yang dimiliki Taman laut Takabonerate
yakni taman bawah lautnya yang indah. Takabonerate memiliki luas
300,000 hektare persegi. Taman lautnya mempunyai grade 35. Sementara
Bunaken hanya memilki grade 27. Grade merupakan indikator
kenanekaragaman terumbukarang yang dimiliki serta spesies ikan yang
beragam. Berbagai jenis flora dan fauna dapat ditemui di wilayah Taman Nasional Takabonerate, khususnya jenis flora dan fauna laut.
![]() |
Taman Laut Takabonerate (Foto:Lintangbuanatours) |
Jenis fauna, khususnya fauna laut yang dapat ditemui di wilayah ini antara lain :
• Ikan
Di
kawasan ini terdapat 350 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan
konsumsi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Jenis-jenis tersebut
antara lain adalah Kerapu (Epinephelus spp), Cakalang (Katsuwonus spp), Tenggiri (Scomberomorus spp), Napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), Baronang (Siganus sp), Cheitodon spp dan sebagainya.
• Karang
Telah
diidentifikasi sebanyak 237 jenis terumbu karang yang tumbuh pada
kedalaman 5–20 meter. Jenis-jenis tersebut antara lain Akar Bahar (Antiphates sp), Karang Meja (Acropora spp), Karang tanduk (Acropora spp), Pavona spp, Montipora spp dan Fungia spp. Secara umum jenis-jenis karang telah membentuk terumbu karang, baik dalam bentuk atol (Barrier reef) dan terumbu tepi (Fringing reef).
• Moluska
Tercatat sebanyak 101 jenis moluska antara lain dari klas Gastropoda : Lola (Trochus spp), Kerang Kepala Kambing (Cassis cornuta), Triton (Charonia tritonis) dan Batulaga (Turbo spp). Klas Bivalva : Kima (Tridacna spp), Kerang mutiara (Pincfada spp) dan Klas Chephalopoda : Nautilus (Nautilus sp), Cumi-cumi (Squid sp) dan Gurita (Octopus sp).
• Penyu
Telah diidentifikasi ada 4 jenis penyu di kawasan ini, yang paling dominan adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), di samping jenis penyu Tempayan (Caretta caretta) dan penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).
• Echinodermata
Jenis-jenis Echinodermata antara lain : Teripang (Holothuroidea sp), bintang laut (Asteroidea), Lili Laut (Criroidea) dan Bulu Babi (Echinoidea).
Taman Nasional Takabonerate
memiliki 21 buah pulau, di mana 6 buah pulau di antaranya telah berubah
menjadi tempat tinggal/permukiman karena kawasan ini kaya akan sumber
daya alam laut yang dapat memenuhi kebutuhan hidup para nelayan.
Penduduk yang menetap di kawasan ini telah mencapai 5.101 jiwa yang
tersebar di beberapa pulau antara lain Pulau Rajuni 1.272 jiwa, Pulau
Tarupa 1.204 jiwa, Pulau Latondu 512 jiwa, Pulau Jinato 651 jiwa dan
Pulau Pasi Tallu 1.462 jiwa. Selain obyek wisata bahari, kawasan ini
juga mempunyai beberapa tempat bersejarah seperti Taka Mariam dimana terdapat meriam kuno milik tentara Belanda dan Taka Gantarang yang menyimpan meriam kembar milik pedagang-pedagang Cina masa lampau.
![]() |
Foto-foto: Disbudpar Kep. Selayar dan dr. Ben Wayan Suryani (sumber) |
Spot Dive di Takabonerate
Bagi penggemar olahraga diving, berikut beberapa data area spot diving dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate (sumber):
• Ibel Orange 1
Titik Koordinat : S.6°34’50,6” E.121°05’36,3”
Lokasi : Perairan Tinabo Besar
Topografi : Pinnacle (gundukan karang membentuk bukit di bawah laut)
Suhu : 27° - 30° C
Arus : Dipengaruhi pasut
Kedalaman : 15 - 25 m
Visibility : 5 - 10 m
Kondisi karang : Bagus dengan tutupan 35 - 65%, didominasi oleh hardcoral dan softcoral
Biota
yang ada : Gerombolan ikan trevallies, snapper, fusiliers, sweetlips,
butterfly fish, cardinal fish, angelfish, grouper, damselfish, batfish,
wrasse, parrot fish, surgeon fish, frog fish, trigger fish, bumphead
fish, flat worm, scorpion fish, lobster, eagle rays, nudibranch.
• Joan Garden
Titik Koordinat : S.6°34’40,6” E.121°04’33,3”
Lokasi : Perairan Tinabo Kecil
Topografi : Taka tenggelam
Suhu : 27° - 30° C
Arus : Dipengaruhi cuaca / musim
Kedalaman : 10 - 25 m
Visibility : 10 - 15 m
Kondisi terumbu : Sangat bagus dengan tutupan karang 45—80% yang didominasi oleh hardcoral dan softcoral
Biota
yang ada : Ikan trevallies, snapper, fusiliers, sweetlips,
butterfly fish, cardinal fish, angelfish, grouper, damselfish, batfish,
wrasse, parrot fish, surgeon fish, trigger fish, bumphead fish, scorpion
fish. lobster, eagle rays, nudibranch, baby shark, penyu.
• Softcoral Point
Titik Koordinat : S.6°34’28,9” E.121°04’33,1”
Lokasi : Perairan Tinabo Kecil
Topografi : Reef flat - drop off
Suhu : 27° - 30° C
Arus : Sedang dan dipengaruhi pasut
Kedalaman : 10 m
Visibility : 8 - 15 m
Kondisi terumbu : Bagus dengan tutupan karang sekitar 40—70% yang didominasi oleh hardcoral dan softcoral
Biota
yang ada : Berbagai jenis ikan karang seperti butterfly fish,
cardinal fish, angelfish, grouper, surgeon fish, damselfish, batfish,
trevallies, snapper, fusiliers, sweetlips, wrasse, parrot fish, trigger
fish, bumphead fish, scorpion fish., lobster, eagle rays, nudibranch,
penyu.
• Wall Reef
Titik Koordinat : S.6°30’11,9” E.120°59’37,9”
Lokasi : Perairan Latondu
Topografi : Drop off / wall
Suhu : 27° - 30° C
Arus : Sedang dan dipengaruhi pasut.dan musim
Kedalaman : > 20 m
Visibility : 8 - 4 m
Kondisi terumbu: Sangat bagus dengan tutupan karang berkisar 50—89% yang didominasi oleh softcoral dan hardcoral
Biota
yang ada : Gerombolan ikan karang seperti snapper, sweetlips,
baracuda, butterfly fish, cardinal fish, angel fish, damsekfish,
grouper, batfish, wrasse, parrot fish, surgeon fish, trigger fish,
scorpionfish,morray, crocodile fish, ikan pelagis seperti tarvelling dan
tuna.
• Acropora Point
Titik Koordinat : S.6°33’40,5” E.121°06’05,2”
Lokasi : Perairan Tinabo Besar
Topografi : Reef flat - drop off
Suhu : 27° - 30° C
Arus : Sedang - kuat
Kedalaman : 25 m
Visibility : 8 - 14 m
Kondisi karang : Bagus dengan tutupan 35—65%, didominasi oleh hardcoral dan softcoral
Biota
yang ada : Gerombolan ikan trevallies, snapper, fusiliers, sweetlips,
butterfly fish, cardinal fish, angelfish, grouper, damselfish, batfish,
wrasse, parrot fish, surgeon fish, frog fish, trigger fish, bumphead
fish, flat worm, scorpion fish, lobster, eagle rays, nudibranch,
crocodile fish.
• Corina Corner
Titik Koordinat : S.6°34’46,7” E.121°05’59,2”
Lokasi : Perairan Tinabo Besar
Topografi : Reef flat - drop off
Suhu : 27° - 30° C
Arus : Sedang - kuat
Kedalaman : 10 - 20 m
Visibility : 10 - 15 m
Kondisi terumbu : Bagus dengan tutupan 35—75% yang didominasi oleh hardcoral dan softcoral
Biota
yang ada : Ikan trevallies, snapper, fusiliers, sweetlips,
butterfly fish, cardinal fish, angelfish, grouper, damselfish, batfish,
wrasse, parrot fish, surgeon fish, trigger fish, bumphead fish, scorpion
fish. lobster, eagle rays, nudibranc, baby shark, penyu.
• Wall Reef 3
Titik Koordinat : S.6°29’34,6” E.120°59’11,6”
Lokasi : Perairan Latondu
Topografi : Drop off / wall
Suhu :27° - 30° C
Arus : Sedang dan dipengaruhi pasut / musim
Kedalaman : > 20 m
Visibility : 8 - 14 m
Kondisi terumbu : Sangat bagus dengan tutupan karang berkisar 45– 75% yang didominasi oleh hardcoral dan softcoral
Biota
yang ada : Berbagai jenis ikan karang seperti butterfly fish,
cardinal fish, angelfish, grouper, surgeon fish, damselfish, batfish,
trevallies, snapper, fusiliers, sweetlips, wrasse, parrot fish, trigger
fish, bumphead fish, scorpion fish., lobster, eagle rays, nudibranch,
crocodile fish.
![]() |
Foto-foto: Disbudpar Kep. Selayar dan dr. Ben Wayan Suryani (sumber) |
Sejarah Takabonerate
Takabonerate
yang bermakna karang di atas pasir dalam bahasa Bugis merupakan sebuah
kawasan atol yang berada di perbatasan laut flores. Berdasarkan cerita
dari tokoh masyarakat yang ada, penduduk yang bermukim di dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate (Suku Bajau dan Suku Bugis)
berasal dari para awak kapal layar dan nelayan yang menyelamatkan diri
dari gangguan para bajak laut maupun dari ganasnya gelombang laut Banda
(di musim barat). Memang Kepulauan Takabonerate yang terdiri dari 21
buah pulau termasuk gosong dan rengat sangat ideal untuk tempat
berlindung.
Pada zaman kerajaan Bone, kawasan ini dinamakan Bone Riattang artinya kerajaan Bone di sebelah selatan atau gundukan pasir di selatan. Pada zaman kerajaan Gowa disebut Bone Irate artinya kerajaan Gowa di sebelah selatan ataupun gundukan pasir di selatan. Tapi ada pula yang mengartikan Takabonerate sebagai hamparan karang di atas pasir (Molengraff, 1929) dalam "Sebaran dan Perkembangan Terumbu Karang di Indonesia Timur" menyebut Takabonerate sebagai Atol Harimau atau Tiger Island. Nama-nama pulau di Takabonerate telah tiga kali mengalami perubahan yaitu nama yang diberikan oleh Molengraff pada tahun 1929, nama dalam peta Dishidros, dan nama yang berlaku sekarang di masyarakat lokal.
Nama
Kepulauan Macan diberi berbagai interpretasi makna yang berlainan.
Interpretasi yang dinilai logis menghubungkan nama tersebut dengan
bentuk kawasan beserta letak taka di dalamnya yang menyerupai gigi macan
yang tajam dan cukup rapat. Menyiratkan sebuah peringatan bagi manusia
yaitu bagi siapapun yang ingin masuk ke kawasan harus mengenal dahulu
kepulauan tersebut. Bila tidak, maka orang tersebut akan sulit keluar
karena diandaikan sudah berada di dalam mulut macan. Penamaan
pulau-pulau, taka-taka, clan gusung yang membentuk Kepulauan Macan
sekarang disebut Kawasan Takabonerate,
bukan sekedar nama melainkan mengandung makna berkaitan dengan sumber
daya yang dikandungnya dan peristiwa-peristiwa sejarah, sosial ekonomi
serta politik masyarakat masa lalu.
Takabonerate Island Expedition
![]() |
Takabonerate Island Expedition IV(sumber) |
Pada tahun 2012 ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Selayar menyelenggarakan Takabonerate Island Expedition IV dengan tema "Jelajah Kepulauan untuk Melestarikan Terumbu Karang".
Takabonerate Island Expedition ini merupakan acara puncak Visit South Sulawesi 2012, dengan jadwal kegiatan sebagai berikut :
Takabonerate Island Expedition ini merupakan acara puncak Visit South Sulawesi 2012, dengan jadwal kegiatan sebagai berikut :
Kegiatan Utama, di antaranya :
1. International Fishing Competition (13 s/d 15 Oktober)
2. Fun Dive / Selam Gembira (19 s/d 20 Nopember 2012)
3. Lomba Fotografi/Photography Competition :
• Lomba Foto Bawah Laut / Underwater Photography (19 s/d 20 Nopember 2012)
• Lomba Foto Darat / Tourism Object Photography (19 s/d 20 Nopember 2012)
Kegiatan Pendukung, di antaranya :
1. Fam Tour (19 s/d 20 Nopember 2012)
2. Lomba Penulisan Blog (19 s/d 21 Nopember 2012)
3. Parade Joloro Hias (19 Nopember 2012)
4. Pagelaran Seni Budaya (16 s/d 19 Nopember 2012)
5. Bakti Lingkungan Hidup (16 s/d 18 Nopember 2012)
Opening Ceremony merupakan acara puncak Kegiatan Takabonerate Islands Expedition IV 2012 dengan parade musik dan tari tradisional yang dibawakan secara massal dengan konsep "Gong Nekara Festival", berlokasi di Lapangan Pemuda Benteng tanggal 21 Nopember 2012. Dengan peserta dari kegiatan-kegiatan dalam event Takabonerate Islands Expedition (TIE).
Bagaimana pergi ke Takabonerate?
Wisatawan dapat menikmati dan merasakan keindahan Taman Nasional Takabonarate
pada musim kunjungan terbaik, yaitu dibulan April sampai Juni dan bulan
Oktober sampai Desember setiap tahun. Dengan adanya fasilitas yang
lengkap seperti penginapan, restoran, alat penyewaan alat selam termasuk
snorkling, pondok kerja, pos jaga, kapal motor/speedboat, tentu kita
bisa menikmati indahnya Taman Laut
ini dengan leluasa. Wisata bahari yang ditawarkan di antaranya
berlayar, berenang, berjemur di pantai, menikmati panorama laut dan
sunset yang sangat indah, snorkeling, diving sambil menikmati panorama alam di bawah laut berupa terumbu karang dan aneka warna ikan hias.
![]() |
Rute ke Taman Nasional Takabonerate (sumber) |
Rute dari Makassar ke Benteng, Kepulauan Selayar
Bila
menggunakan pesawat udara, maka dari Bandara Sultan Hasanuddin
(Makassar) menuju Bandara H. Aeropala (Selayar). Penerbangan Express Airlines setiap hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu dengan harga tiket Rp. 400.000-600.000 dan lama perjalanan ±20 menit.
Bila
menggunakan bus reguler tersedia di terminal Malengkeri (Makassar)
menuju Benteng (Selayar), berangkat pukul 08.00 WITA ke pelabuhan Bira
(Bulukumba) dengan tiket Rp. 100.000/orang untuk bus ber AC, dengan
waktu tempuh kurang lebih 5 jam termasuk istirahat(makan siang). Dari
Pelabuhan Bira perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan
Kapal Ferry selama 2 jam ke Pelabuhan Pamatata (Selayar) kemudian
dilanjutkan menuju kota Benteng dengan kisaran waktu 1-1,5 jam.
Bila
dengan Kapal dari Bandara Sultan Hasanuddin menggunakan taksi menuju
Terminal Malengkeri (Ongkos ±Rp. 100.000), dan dilanjutkan ke Pelabuhan
Lappe (Bulukumba) menggunakan mobil tumpangan (harga tiket
Rp.50.000-Rp.60.000). Dari Pelabuhan Lappee dilanjutkan menuju Pelabuhan
Benteng Selayar menggunakan kapal fiber. Biasanya kapal fiber berangkat
pukul 15.30 WITA dengan lama perjalanan 2 jam (harga tiket
±Rp.70.000).
Rute dari Benteng, Kepulauan Selayar ke Taman Nasional Takanonerate (Pulau Tinabo)
Perjalanan
menuju Pulau Tinabo diawali dengan perjalanan darat dari Benteng ke
Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewaan dengan lama perjalanan
1,5 jam. Setelah itu, perjalanan laut menuju Pulau Tinabo dapat
dilakukan menggunakan kapal kayu jolloro dengan waktu tempuh sekitar 4-5
jam atau menggunakan kapal cepat (speed boat) dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam.
Bagi yang teman-teman blogger yang berminat untuk mengunjungi Taman Laut Takabonerate, dapat melihat salah satu informasi Tour Packages (klik disini). Semoga tulisan ini dapat membantu untuk semakin memahami potensi negeri ini dan berjuang untuk terus melestarikannya.
*tulisan ini diikutsertakan dalam lomba penulisan Blog dengan tema Expedisi Takabonerate yang diselenggarakan oleh mymakassar.com
oleh Istiqomah Primasari
sumber :
http://berandamao.blogspot.com/2012/04/surga-taman-laut-wakatobi-dan.html
http://www.inilah.com/read/detail/162205/taman-laut-takabonerate-ikon-baru-sulsel
http://www.mymakassar.com/in/tempat-menarik/wisata-bahari/item/32-largest-atoll-at-takabonerate-marine-park
http://faizalramadhan.com/trip-takabonerate-perjalanan-menuju-taman-laut-yang-mempesona-13.html
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_takabonerate.htm
http://www.pendakierror.com/tnltb.htm
http://travel.okezone.com/read/2012/07/20/407/665969/wisman-22-negara-siap-eksplorasi-keindahan-taman-laut-takabonerate
http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Taka_Bonerate
http://m.bisnis.com/articles/ekspidisi-takabonerate-pemprov-putuskan-untuk-dilanjutkan
http://www.kabarkami.com/surga-bawah-laut-dalam-festival-takabonerate-iv-kembali-digelar.html
http://www.festivaltakabonerate.com/?m=bWVudT0xMzE3MTIzNzY4JmFpZD0xMzE5NTk1NTg4JnBhZ2U9MQ==
http://textpedia.blogspot.com/2012/05/atol.html
http://blog.selayaronline.com
http://blog.selayaronline.com
http://budpar.kepulauanselayarkab.go.id/index.php/kegiatan/2-uncategorised/77
http://www.tntakabonerate.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=59
0 komentar