Petualangan Keindahan dan Persahabatan Negeriku Bersama Terios
#Apakah sahabat blogger sudah tahu tentang Petualangan Terios 7-Wonders?
Sebelum membahas tentang Daihatsu-Terios, apa sahabat blogger sudah mengetahui adanya Petualangan seru Terios 7-Wonders? Jika belum, boleh dilanjutkan deh baca posting-an ini. Sahabat, petualangan Terios 7-Wonders merupakan Jelajah keindahan alam Indonesia dalam rentang eksplorasi pulau Sumatera hingga Sabang oleh tim Jurnalis beserta Daihatsu, menggunakan 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT. Perjalanan ini adalah sebuah penggambaran brand Terios sebagai "Sahabat Petualang" sejati. Sedangkan Pulau Sumatera yang menjadi target petualangan selain terkenal dengan keindahan alam juga terkenal sebagai penghasil kopi berkualitas yang sejalan dengan tema perjalanan yaitu "Sumatera Coffee Paradise". Tujuh tempat yang akan dikunjungi di antaranya Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup –Kepahiang, Mandailing Natal dan Takengon. Berikut catatan perjalanan dari petualangan Terios 7-Wonders.
#Cerita Seru Keindahan Alam dan Persahabatan dalam Petualangan Terios 7-Wonders
![]() |
Terios 7-Wonders (sumber) |
![]() |
Pelepasan oleh ADM |
![]() |
D. Ranau dan G. Seminung |
Usai menikmati sarapan pagi di hotel tim bergegas menuju
produsen kopi Luwak – Kopi yang cukup terkenal di seluruh dunia. Tak cuma
karena rasanya yang nikmat tapi harganya pun lumayan mahal. Harga per kilo
berkisar antara Rp 400 ribuan sampai jutaan. Tim ditemani Hidayat atau kerap disapa
Sangkut – pemilik kebun kopi seluas 5.000 hektar lebih, dan dijelaskan
bagaimana ia memproduksi kopi luwak. Ketika tim menyambangi rumahnya di
tepi jalan utama Liwa – Ranau tenyata di belakangnya ia memiliki satu ruangan
khusus yang berisi banyak kandang kecil tempat dimana Musang Luwak dipelihara,
dimana saat itu hanya ada 5 kandang Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) yang terisi.
Musang Luak dalam Kandang |
Biasanya sesudah dipetik biji kopi disortir, pertama
dicari yang warnanya merah rata dan bentuknya bulat dan direndam di ember
berisi air. Biji yang terapung disortir sedang yang tenggelam diberikan pada
Musang Luwak yang hanya memilih biji kopi yang terbaik untuk makanannya. Biji
kopi yang dimakan Luwak, terfermentasi dan keluar jadi kotoran
berwujud biji kopi lalu dikumpulkan dan dipisahkan agar tak lagi berbentuk
gumpalan lantas dijemur hingga kering. Biji kopi yang sudah bersih dan kering
dibawa ke pabrik pengolahan kopi. Hal inilah yang menjadi alasan Kopi Luwak
mahal, selain karena proses pembuatannya yang rumit hanya kopi terbaik saja
yang dimakan Luwak.
Sebelum tim bergerak menuju lokasi pengolahan biji kopi di
daerah Banding Agung, tim disuguhi kopi luwak yang masih panas. Tim ditemui Pak
Khodis-salah seorang penyuluh pertanian yang memiliki pabrik pengolahan kopi.
Biji kopi yang diolah pak Khodis menggunakan pengolahan cara lama dan cara baru-kopi
beraroma- yaitu kopi beraroma ginseng dan kopi berorama pinang. Pertama biji
kopi digrading menjadi 3 bagian sesuai ukuran dimana makin besar biji kopi
maka makin baik kualitasnya. Kemudian biji kopi dimasukkan ke mesin oven
(sangrai) dan dicampur dengan potongan-potongan kecil pinang atau ginseng yang
sudah dipilih dan melalui proses pengeringan. Lamanya proses sangrai yaitu 1-2
jam dalam suhu 190 derajat celcius. Proses sangrai ini akan mempengaruhi warna kopi, semakin lama
disangrai serbuk kopi makin berwarna kehitaman. Komposisi antara banyak
serpihan ginseng atau pinang kering dengan biji kopi yang disangrai sudah
melalui beberapa kali ujicoba sehingga mendapatkan rasa yang pas.
Setelah disangrai, biji kopi diangin-anginkan sembari
menghilangkan lapisan kulit ari dalam sebuah wadah besar yang sudah
dilubangi. Sambil diaduk-aduk lapisan kulit ari akan turun ke bawah. Setelah
bersih biji kopi ini langsung digiling dan serbuk kopi yang sudah jadi siap
dikemas. Cara menyajikan kopi yang paling pas adalah memastikan
air yang akan dicampur dengan kopi benar-benar mendidih. Setelah dituang di
cangkir dan diaduk, kopi dibiarkan dulu beberapa saat supaya
butiran-butiran kasar kopi yang mengapung turun ke dasar cangkir.
![]() |
Bersama Bupati Lahat |
Budaya minum kopi sediri sudah berlangsung sejak dahulu. Di
kabupaten Lahat banyak terdapat kebun kopi akan tetapi karena pemasarannya
dikuasai tengkulak maka harga beli kopi dari petani kerap dipermainkan, sehingga
banyak yang mulai meninggalkan kebun kopi. Oleh sebab itu perjalanan Terios 7Wonders – Sumatera Coffee Paradise diharapkan bisa menggairahkan kembali para
petani kopi di Lahat untuk mengolah kebun kopi yang lama ditinggalkan.
![]() |
Kebun Kopi Pagar Alam |
Saat sampai di persimpangan jalan menuju kota Pagar Alam,
tim memutuskan segera menuju lokasi penginapan di kaki gunung Dempo.
Di tengah perjalanan tiba-tiba tim di-stop beberapa anak kecil yang kemudian berkata,”Satu mobil Rp
10 ribu Bang.” Anak-anak ini
sepertinya ada yang mengorgansir, karena di dekat portal -ala kadarnya- ada beberapa
orang dewasa yang duduk-duduk mengawasi. Ketika kami minta karcis tanda masuk,
dengan yakin anak kecil itu menunjukan segepok karcis yang ada tulisan Pemerintah
Kota Pagar Alam Retribusi Kawasan Wisata dan Olah Raga. Karcis itu tertera angka
Rp 1.500. Hal yang membuat kami agak jengkel adalah uang Rp 30 ribu hanya diganti 5
lembar karcis yang total nilainya hanya Rp 7.500. Kami teringat kejadian yang
sama ketika memasuki kawasan Wisata Danau Ranau – Liwa dimana satu mobil dikenai Rp
20.000, tetapi bukti tanda masuk yang diberikan hanya 2 lembar karcis mobil
senilai total Rp 10.000 dan juga 3 lembar karcis untuk pengunjung senilai total
Rp 6.000.
Usai check in di Villa dan Hotel Gunung Gare, karena hari
masih sore (sekitar pukul 15.00 WIB), tim menikmati keindahan alam Pagar Alam
sembari berkeliling untuk mecari perkebunan kopi dan tempat pengolahannya karena menurut informasi yang diperoleh Pagar Alam adalah daerah
penghasil kopi terbesar di Sumatera. Untuk menemukan kebun kopi di dekat lokasi
menginap ternyata tidak sulit, tetapi untuk menemui tempat pengolahan biji kopi
baru di dapatkan di salah satu toko souvenir khas Pagar Alam di pusat kota. Sayang sekali
mesin gilingnya sedang rusak sehingga proses penggilingan kopi dihentikan.
![]() |
Kaki G. Dempo |
![]() |
Mesin Pemisah Kulit Kopi |
Saat mesin pengolah kopi di Pusat Kota Pagar Alam sudah berfungsi
kembali, tim segera bergerak menuju lokasi untuk menyaksikan sendiri seperti
apa pengolahan kopi di sana. Ternyata sistem pengolahannya mirip dengan sistem pengolahan kopi di Liwa dan Lahat, perbedaannya hanya terdapat pada cara me-roaster
biji kopi. Meski drum untuk me-roaster biji kopi di Pagar Alam sama dengan
yang di Lahat, di sini proses pemutarannya sudah menggunakan mesin. Sementara untuk
proses penggilingan sama yaitu memakai 2 mesin, pertama biji kopi dihaluskan
jadi butiran kasar, kemudian dipindah ke mesin satunya untuk dibuat makin
lembut.
![]() |
Kopi Pagalaram |
Tak terasa waktu makan siang sudah tiba. Diok menawarkan
untuk makan siang di pinggir sungai sembari menikmati aliran sungai yang
jernih. Kebetulan lokasi sungai tak jauh dari rumah Nando. Sesampainya
di lokasi, Nando -kakak Diok- sudah menunggu dan mengajak makan siang di saung
bambu. Suasana makan siang di pinggir sungai berbatu yang airnya jernih sungguh
terasa berbeda. Usai makan, tim beristirahat sejenak sambil menyeruput kopi
panas Pagar Alam. Nando bercerita jika selain memiliki usaha pemisah buah kopi
dan padi kini ia juga mengolah batu sungai menjadi batu
split di lokasi lahan miliknya seluas 8 hektar lebih.
![]() |
Pengolahan Kopi di Empat Lawang |
![]() |
Kopi Emass |
Selain dijadikan maskot, biji kopi ternyata dipakai juga sebagai motif seragam batik
yang dipakai seluruh pegawai di pemerintahan setiap Kamis. Kopi yang dalam bahasa daerah Palembang disebut Kawo ini benar-benar
dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tim Penggerak PKK yang dipimpin istri bupati
juga serius membantu pemanfaatan kopi, salah satunya adalah membina perajin souvenir
khas Empat Lawang dengan memakai bahan dari kayu kopi hasil peremajaan. Tak hanya batang kayu kopi yang dijadikan benda seni, daun kopi pun bisa
dijadikan kerajinan unik seperti tempat tissue dan sebagainya, bahkan
beberapa masyarakat yang memang menekuni dunia kerajinan dikirim ke Jogja untuk
menambah wawasan dan pengetahuan bagaimana meningkatkan nilai tambah tanaman
kopi.
Setelah menikmati berbagai kerajinan di showroom kawo yang
berada persis di depan Puri Emass ditemani 2 orang staff Rudianto tim 7-Wonders
segera bergerak lagi menuju kebon kopi di daerah Talang Padang. Tim bertemu dengan
Makmur salah satu petani kopi di daerah ini yang menjelaskan bahwa sebenarnya musim panen kopi telah
usai (biasanya kopi dipanen di bulan 2 hingga 6), tetapi usai panen masih ada panen
susulan dengan jumlah yang tidak banyak. Seperti yang pernah diungkapkan oleh
Aswari- Bupati Lahat ketika kami mampir di daerahnya sebelum tim 7-Wonders
sampai di Empat Lawang bahwa petani kopi sangat tergantung dari tengkulak,
demikianlah yang terjadi di lapangan. Hasil panen kebon kopi Makmur sudah pasti
ada yang menampung tapi harganya juga tak stabil, dan yang menikmati hasil
lebih banyak adalah para tengkulak. Semestinya keberpihakan kepada petani
kopi jadi perhatian semua kalangan termasuk pemerintah, supaya petani kopi bisa
menikmati hasil jerih payahnya.
Petualangan seru bersama 3 Daihatsu Terios pun dilanjutkan
Dari Desa Talang Padang menuju ke Curup – salah satu sentra
penghasil kopi di daerah Bengkulu melalui Kepahiang. Jalanan berkelok-kelok
naik dan turun, relatif sepi namun sempit dengan pemandangan alamnya yang
sungguh menyejukkan mata. Selain kopi, tumbuhan yang paling sering ditemukan di
kanan-kiri jalan adalah pohon durian. Tanjakan dan kelok-kelokan ini ternyata
terus mewarnai sepanjang jalan sebelum tim 7-Wonders memasuki kota Bengkulu. Tim
akhirnya tiba di Bengkulu sekitar pukul 18.30 WIB.
![]() |
CSR di Bengkulu |
![]() |
Pantai Panjang |
Selesai santap siang turun hujan lebat hingga Pukul 16.00 WIB dan begitu hujan selesai maka sesi pengambilan gambar segera dimulai, sembari menikmati keindahan pantai Panjang yang letaknya persis di depan hotel. Kemudian tim menuju obyek wisata sejarah Paling dekat dari lokasi tim mengambil gambar yaitu rumah pribadi Ibu Fatmawati Soekarno Putri yang terletak di jalan Fatmawati Bengkulu. Rumah bersejarah yang masuk dalam aset Pengprov Bengkulu tersebut cukup terawat. Setela itu perjalanan dilanjutkan ke rumah pengasingan Bung Karno sekitar tahun 1940-an dan letak rumah ini tak jauh dari rumah ibu Fatmawati.
![]() |
Jam Gadang |
![]() |
Pantai Barat |
Usai semalaman beristirahat, tujuan tim selanjutnya adalah
mengeksplor kopi yang dihasilkan dari desa di Mandailing Natal. Perjalanan dari
lokasi tim menginap di dekat Danau Maninjau dilakukan dengan Waktu tempuh Bengkulu
– Bukittinggi selama 18 jam. Kota Bukittinggi yang juga disebut kota Seribu
Ngarai memiliki keindahan alam yang mempesona salah satunya Ngarai Maninjau. Untuk
melihat pengolahan dan perkebunan kopi rakyat di Mandailing (Mandheling) Natal,
ada sahabat- Lelo Andhika Syahna yang sudah menunggu di daerah Pasaman.
![]() |
Kopi Mandailing |
Desa yang berada di lembah antara dua bukit ini seperti desa
yang hilang. Jika jalanan yang dilalui bukan aspal tapi jalan tanah pasti akan
terasa sekali suasana jauh dari peradaban. Apalagi semakin masuk ke dalam
menuju Desa Ulu Pungud sinyal handphone (HP) langsung hilang. Menurut
Makmur dan Fuad -dua penduduk Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud- yang
menemani tim mengeksplorasi kopi Mandheling, televisi adalah satu-satunya
hiburan yang digemari warga akan tetapi warga harus menggunakan antena parabola untuk menonton.
Kemudian mereka bercerita bahwa kopi yang ada di desanya sudah berusia puluhan tahun bahkan
ratusan tahun dimana pohon kopi tersebut diwariskan secara turun temurun. Ada 2
jenis kopi yaitu kopi jenis Robusta dan jenis Arabica yang berjumlah lebih banyak, dimana pohon kopi Arabica memiliki daun lebih kecil dengan penampang yang tinggi.
Selanjutnya tim menuju Tarutung dan kondisi jalanan sepanjang Mandailing Natal – Tarutung tak
stabil, sebagian mulus sebagian lagi rusak parah karena perbaikan jalan yang
belum juga selesai meski jembatan yang putus karena banjir bandang sudah diperbaiki.
Kerusakan jalan ini membuat perjalanan agak terhambat. Di Tarutung tim singgah sembari memulihkan stamina untuk segera meluncur ke Medan. Tim
memasuki Kota Medan pukul 22.00 WIB.
![]() |
CSR di Medan |
![]() |
Pengecekan Kendaraan |
Perjalanan tim 7-Wonders akan memasuki etape terakhir yaitu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Seusai check out dari Hotel Santika Medan – tepat pukul 13.00 WIB, tiga Terios pun segera bergerak menuju provinsi Serambi Mekkah. Perjalanan kali ini agak berbeda karena ada tambahan anggota tim baru yaitu Rokky Irvayandi dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Head Office, Jakarta. Jika sebelumnya Terios berisi 10 orang kali ini menjadi 11 orang.
![]() |
Warung Kopi |
Kota Takengon adalah persinggahan terakhir tim 7-Wonders dalam
mengeksplorasi 7 tempat penghasil kopi di Pulau Sumatera. Sepanjang perjalanan
sudah ada 6 tempat yang tim kunjungi yaitu Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat
Lawang, Curup –Kepahiang, Mandailing Natal dan sekarang giliran Takengon. tim
berangkat dari Langsa pukul 7 pagi. Sekitar pukul 11 siang tim sampai di Bireuen,
kota yang dulu kerap jadi ajang pertempuran antara GAM dengan aparat keamanan
Indonesia. Suasana kota Bireuen sekarang jauh berbeda dengan yang dulu, dimana sekarang suasananya
aman dan damai.
Rute Bireuen – Takengon lebih banyak melewati perbukitan
yang jauh dari pemukiman. Di daerah Cot Panglima pemandangannya cukup indah
meski proyek pengerjaan jalan masih belum selesai. Jalan tersebut mengikis
sebagian bukit yang dibuat lebih lebar karena sering terjadi longsor. Menjelang
masuk Takengon, komunitas jip dari Gayo sudah menunggu untuk mengawal di trek
bukit Oregon, trek light off-road dengan pemandangan yang indah. Sampai di ujung
terakhir trek Oregon tim menyempatkan diri menikmati indahnya pemandangan kota
Takengon dan Danau Laut Tawar. Menyeruput secangkir
kopi panas bersama dengan penyuka 4x4 sungguh menjadi pengalaman yang tak bisa dilupakan, dimana lewat secangkir
kopi inilah -meski baru saja bertemu- pertemanan dengan komunitas jip di Gayo
terasa lebih hangat.
Petani Kopi Gayo |
Tim memasuki kota Takengon dengan berkonvoi bersamaan saat azan maghrib berkumandang. Bambang, salah satu penggemar 4x4 dari Takengon yang ternyata juga pengusaha kopi Gayo, mengajak mampir ke gudang dan laboratorium kopi miliknya. Usaha yang dijalankan secara kekeluargaan dan berlangsung secara turun menurun ini ternyata berkembang pesat. Kopi Gayo merupakan kopi jenis Arabica dengan citarasa yang khas. Bahkan kopi yang diproduksi Bambang sudah merambah ke Eropa Timur dan Amerika. Selain kopi Gayo Blendeed ada juga kopi dari Luwak liar yang sekarang mulai ramai digemari banyak orang.
Cara menikmati kopi luwak ternyata butuh trik khusus yaitu Air yang digunakan harus benar-benar mendidih. Dibutuhkan alat yang bernama ekspresso (berguna untuk menyaring kopi sekaligus menurunkan kadar keasamannya) sehingga kopi tak terasa tajam di perut ketika diminum. Tim kemudian menikmati makan malam dengan menu ikan asam pedas khas Takengon dimana Ikan diambil dari Danau Laut Tawar di belakang penginapan.
Pengeringan Biji Kopi Takengon |
Sesuai janji Bambang ketika menikmati masakan Ikan Asem Njing (asem pedes), maka tim diajak melihat
langsung salah satu kebun kopi peninggalan Belanda di desa Blang Gele. Meski
hanya seluas 15 hektar, kualitas biji kopi di desa Blang Gele termasuk nomer
satu dengan Biji yang besar dan aroma yang khas. Letak kebun tak jauh dari PT Ketiara
(perusahaan kopi milik ayah dan ibu Bambang). Untuk melestarikan kopi jenis
ini, pengembangbiakan pun dilakukan. Hanya saja menurut Bambang ketika ditanam di Takengon, kopi Arabica ini meski baru berumur setahun buah yang
dihasilkan sangat lebat sedangkan belum tentu jika di tanam di daerah lain.
Sebelum meninggalkan kota Takengon menuju Banda Aceh, tim
7-Wonders juga menyempatkan diri menikmati makan siang menu khas Gayo dan belanja souvenir. Rute perjalanan tim sama ketika datang dari Bireun, bedanya ketika
sampai di Bireun tim langsung berbelok ke kiri dan mengambil arah ke Banda
Aceh. Jalanan ke Banda Aceh lumayan lebar dan mulus.
Rangkaian perjalanan panjang tim Terios 7-Wonders sepanjang
3.657 km selama 15 hari berakhir di tugu “Nol” Kilometer tepat pukul 12.48 WIB
tanggal 24 oktober 2012. Setelah beristirahat semalam di Banda Aceh, pagi-pagi
tim sudah bergegas menuju pelabuhan ferry Ulee Lheue karena kebetulan perjalanan ini
mendekati hari raya Idul Adha atau Lebaran Haji, dimana banyak penduduk Aceh
yang pulang kampung. Oleh karena itu, meski jadwal kapal ke Sabang baru pukul
11.00 WIB siang, tim harus antri di lokasi pelabuhan minimal dari jam 7 pagi. Selain itu
kapasitas angkut kapal ferry memang tidaklah besar, maksimal 30 kendaraan.
Saat di lokasi, ternyata kapal (ferry) berangkat pukul
09.00 WIB.
Keluar dari Pelabuhan Balohan |
Di Sabang, rombongan Terios 7-Wonders ditunggu oleh
para petinggi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) antara lain, Amelia Tjandra, Rio
Sanggau, Elvina Afny, Guntur Mulja dan beberapa wartawan nasional dari Jakarta
yang diajak khusus menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Anggota tim 7-Wonders
yang terdiri dari Tunggul Birawa (leader), Insuhendang, Bimo S Soeryadi, Ismail
Ashland, Aseri, Toni, Arizona Sudiro, Endi Supriatna, Enuh Witarsa, David
Setyawan (ADM), Rokky Irvayandi (ADM) mendapat ucapan selamat dari yang hadir
di tugu “Nol” Kilometer.
![]() |
Penyerahan Plakat |
Kapal segera berangkat ketika jam menunjukan pukul 16.00
WIB. Sementara 3 Terios dibawa ke Banda Aceh keesokan harinya pukul
08.00 WIB dengan kapal ferry. Seluruh tim kecuali Insuhendang yang tinggal di
Pulau Sabang untuk mengawal 3 Terios, sampai di Banda Aceh dengan perasaan lega.
Tujuan pertama yaitu menikmati kopi Ulee Kareeng kemudian mengunjungi Masjid Raya
Aceh dan juga menikmati kuliner Mie Aceh yang disiapkan oleh sahabat daihatsu
Alex HM yang juga ketua organda Banda Aceh.
Jadwal kepulangan tim Terios 7-Wonders berdekatan dengan
hari raya Idul Adha dimana sebelum pulang dengan mengenakan pesawat udara pada
sore hari, PT ADM dan juga tim Terios 7-Wonders menyerahkan 3 ekor sapi untuk dijadikan
hewan kurban. “Ini salah satu bentuk ucapan rasa syukur kami karena program
Terios 7-Wonders Sumatera Coffee Paradise sudah berhasil dilaksanakan tanpa ada
hambatan berarti. 3 ekor sapi ini melambangkan 3 Terios yang kami bawa dari
Jakarta hingga Aceh,” komentar Rio Sanggau salah satu petinggi ADM ketika
menyerahkan 3 ekor sapi pada panitia kurban di Masjid Raya – Banda Aceh.
![]() |
Penyerahan Hewan Kurban |
#Bagaimana Daihatsu-Terios mampu melakukan Petualangan Terios 7-Wonders?
Selama perjalanan dalam petualangan Terios 7-Wonders, SUV 7-Seater Terios teruji ketangguhannya di medan yang menyuguhkan karakter jalan yang bervariasi. Namun berkat ground clereance yang tinggi disertai dengan performa mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc, kenyamanan berkendarapun dapat diraih. Begitu pula dengan kenyamanan didalam kabin. Steering wheels with audio switch, menjadi salah satu fitur penunjang kenyamanan selama berkendara.
Sahabat blogger, Daihatsu-terios ini merupakan mini SUV yang luar biasa. SUV adalah kependekan dari Sport Utility Vehicle, dimana sesuai karakternya mobil ini cocok bagi yang suka berpetualang atau berburu. Bodinya yang tinggi, melindungi pengemudi dari berbagai ancaman dan rintangan. Arti kata Terios sendiri berasal dari Bahasa Yunani yaitu "your dream come true". Luar Biasa! Saat ini SUV sedang menjadi trend dunia dan banyak disukai karena fungsinya yang serba guna, andal di berbagai kondisi jalan dan senyaman sedan. Tidak heran kalau saat ini hampir setiap pabrikan mobil memproduksinya dan seiring perkembangan teknologi otomotif, SUV terus berkembang menyesuaikan diri dengan zaman. Sedangkan 7 kelebihan dari SUV terios, di antaranya :
1. The only 7 seater SUV
2. Easy access entertaintment (audio steering switch)
3. Tough style (macho styling)
4. City cruiser (high ground clesrance)
5. Easy handling (electric power steering)
6. Optimal comfort (comfort suspension)
7. Excellent strength (reliable engine 1.5 DOHC VVT-i)
Performa Daihatsu-Terios dilengkapi
dengan teknologi TAF, VVT-i, Mac Pherson Struts. dan Ventilator Disck
Brake. TAF (Total Advance Function) Body adalah tekhnologi keselamatan
pasif pada konstruksi body mobil yang akan menyerap efek benturan pada
saat terjadi tabrakan, sehingga aman bagi pengemudi dan penumpang di
dalamnya.
VVT-i (Variable Valve Timing Intelegent) adalah teknologi yang mengatur sudut camshaft secara dinamis agar dapat menyesuaikan dengan putaran mesin, sehingga meningkatkan tenaga mesin, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Mac Pherson Struts adalah sebuah sistem suspensi yang menggabungkan koil spring dan shock absorber dan diikat dengan knuckle. Memiliki kelebihan jumlah yang lebih sedikit dengan performa yang sebanding dengan suspensi yang lain.
Ventilator Disc Brake adalah disc sebagai bagian dari sistem pengereman mobil dengan bentuk seperti dua piringan cakram digabung menjadi satu dan ditengahnya terdapat celah untuk mengalirkan udara panas dengan kelebihan mampu melepas energi panas lebih baik ketika terjadi pengereman agar performa rem tetap terjaga.
1. The only 7 seater SUV
2. Easy access entertaintment (audio steering switch)
3. Tough style (macho styling)
4. City cruiser (high ground clesrance)
5. Easy handling (electric power steering)
6. Optimal comfort (comfort suspension)
7. Excellent strength (reliable engine 1.5 DOHC VVT-i)
![]() |
TAF (sumber) |
![]() |
VVT-i (sumber) |
VVT-i (Variable Valve Timing Intelegent) adalah teknologi yang mengatur sudut camshaft secara dinamis agar dapat menyesuaikan dengan putaran mesin, sehingga meningkatkan tenaga mesin, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
![]() |
Mac Pherson Struts (sumber) |
Mac Pherson Struts adalah sebuah sistem suspensi yang menggabungkan koil spring dan shock absorber dan diikat dengan knuckle. Memiliki kelebihan jumlah yang lebih sedikit dengan performa yang sebanding dengan suspensi yang lain.
![]() |
Ventilator Disc Brake (sumber) |
Ventilator Disc Brake adalah disc sebagai bagian dari sistem pengereman mobil dengan bentuk seperti dua piringan cakram digabung menjadi satu dan ditengahnya terdapat celah untuk mengalirkan udara panas dengan kelebihan mampu melepas energi panas lebih baik ketika terjadi pengereman agar performa rem tetap terjaga.
#Daihatsu-Terios 7 seater TX-AT
Interior Terios TX-AT (sumber) |
Eksterior Terios TX-AT (sumber) |
#Daihatsu-Terios 7 seater TX-MT
Eksterior Terios TX (sumber) |
Interior Terios TX (sumber) |
Pada bagian fascia depan terdapat dua hal yang di-endorse yaitu posisi CD audio yang terintegrasi dengan center cluster yang memberikan kesn keserasian dan desain panel instrumen yang sporti serta mudah di baca. Sedangkan dibagian tengah atap depan terdapat sunglass holder untuk menyimpan kaca mata.
AC double blower (sumber) |
Ruang penumpang baris kedua telah dilengkapi fasilitas AC double blower sehingga seluruh penumpang bisa mendapatkan suplai pendingin udara secara merata. Kursi penumpang baris kedua juga dapat diatur maju mundur secara terpisah sesuai kebutuhan. Kursi juga dapat dilipat dengan mudah dengan hanya menarik satu tuas saja. Kursi baris ketiga pun jika tidak sedang digunakan dapat dilipat terpisah 50:50 untuk memaksimalkan ruang kargo.
Demikianlah sobat blogger sekalian, ringkasan cerita dari Petualangan Terios 7-Wonders beserta beberapa review mengenai kehebatan Daihatsu-Terios 7-seater. Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat sekalian serta membuat kita semakin mengenal, bersyukur dan semakin bangga atas keindahan dan kekayaan Alam Negeri kita, utamanya daerah-daerah di Sumatera yang terkenal dengan Kopi Luwak-nya.
dengan tema "Mobil Sahabat Petualang"
ditulis oleh Istiqomah Primasari
sumber:
http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/about
http://musik-keras.blogspot.com/2009/01/suv-masa-kini-jantan.html
http://www.avanzaxenia.net
http://id.carmall.com/id/otomotif/info_artikel/test-drive-daihatsu-terios-adventure-tx-at-2011-1141/
http://daihatsu.co.id/products/highlight/terios/
http://id.wikipedia.org/wiki/Daihatsu_Terios
http://id.carmall.com/id/otomotif/info_artikel/4/
http://id.carmall.com/id/otomotif/info_artikel/test-drive-daihatsu-terios-adventure-tx-at-2011-1141/
http://daihatsu.co.id/products/highlight/terios/
http://id.wikipedia.org/wiki/Daihatsu_Terios
http://id.carmall.com/id/otomotif/info_artikel/4/
2 komentar
Pendaftaran #terios7wonders
BalasHapusData pendaftaran anda sudah tercatat, Terima kasih sudah mengikuti Kontes Blog "Mobil Sahabat Petualang" Pendaftaran anda sudah tercatat di database kami. Untuk informasi mengenai pendaftaran, dapat mengirimkan email ke adminblog@detik.com dengan subject "Tanya Pendaftaran Mobil Sahabat Petualang" Regards http://blogdetik.com
Alhamdulillah. Semoga dapat hadiah.aamiin..
great article, regards :D
BalasHapusGPS Tracking Orang