Tetangga Oh Tetangga
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, "Jibril tidak henti-hentinya berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, hingga aku beranggapan bahwa ia akan mewarisi" ( Mutafaq Alaih)
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah memuliakan tetangganya."(Mutafaq Alaih)
Subhanalloh, dari sini akhirnya saya banyak belajar. Ketika memutuskan untuk berumah tangga dan berumah sendiri (tidak lagi tinggal di pondok mertua indah) harusnya saya menyadari akan selalu mendapat pelajaran baru dalam hidup salah satunya dalam hidup bertetangga.
Mungkin saat masih sekolah dulu, saya biasa saja dengan tetangga-tetangga sebelah rumah. Menganggap semua tetangga baik dan sudah selayaknya saudara. Namun setelah saya beranjak dewasa saya mulai tahu ternyata hidup bertetangga tidak selalu seindah yang terlihat mata. Beragamnya fikiran, cara dan pemahaman masing-masing orang sudah pastilah beragam pula tetangga tersebut. Dan tentu saya pun bertitel tetangga bagi tetangga saya.hehe
Namun saya selalu ingat bahwa tetangga adalah saudara yang sangat dekat. Dan yang dekat itu memang seringkali 'tidak sewangi' yang jauh. Karena tiap hari bertemu tentu terkadang tidak hanya hal-hal baik yang nampak, pun hal-hal yang kurang akhirnya muncul jua.
Saya musti sadar bahwa kondisi orang bisa selalu berubah setiap saat, karena kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang terjadi dan dipikirkannya. Yang pasti berusaha berempati adalah satu hal yang juga perlu. Sehingga saat tetangga sedikit terlihat ataupun terasa kurang 'gimana gitu' kitapun akan berusaha untuk memaklumi.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa detik di depan, jadi berusaha untuk tetap berlaku baik adalah keputusan terbaik. Memang kebaikan yang dilakukan tidak selalu akan berbalas dengan manisnya kebaikan lain, namun Alloh pasti tahu. Dan lagi-lagi, tetangga adalah orang yang paling dekat dengan rumah kita. Jika terjadi sesuatu misalnya syukuran dapat rejeki, merekalah yang akan kebagian pertama kali, pun demikian sebaliknya.
Well, tentu karena saya baru sekali berumah tangga. Banyak hal yang masih harus terus saya pelajari, saya perhatikan, dan sebagainya. just be nice, I just an ordinary people. Semangat!
10 komentar
tetanga oh tetangga..ikutan nyimak...:)..akhirnya bs koment...
BalasHapusmonggo mak hairul..hehe.. tetnggaan yuk mak *lho?! qiqiqiiq
Hapusbaru tahu the real of tetangga (wkwkwkw,apaan ini bahasanya) itu ya pas sudah rumah tangga ya mbk,nano nano ternyata :D
BalasHapusihikhik. iyawh mak hanna.. you are right!! ^^b
HapusYaa begitulah tetangga mbak halah komen apa ini hehehe.
BalasHapushehe,,, iya je mbknoph ^^b
Hapustangga.. berumah tangga..
BalasHapussemoga diberi kemudahan Mbak :)
aamiin... mbak sari juga yah mbak nanti..
Hapusgek ndang yah mbak.ta doakan sing paling baik..
piye kie uncle >.< keburu pilpres :D
macam-macam type tetangga ya mbak
BalasHapusiyah je, mak lidya..hehe
Hapus