­

"The essence of this street food is a portal to a world of new possibilities, skills & culture." Sobat blogger tercin...

Street Food Indonesia

By 14.07



"The essence of this street food is a portal to a world of new possibilities, skills & culture."




Sobat blogger tercinta, ngobrolin masalah street food Indonesia memang gak ada habisnya. Dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau yang kesemuanya memiliki kuliner yang beraneka ragam yang seringkali demikian mudah ditemukan karena disajikan di jalanan. Kuliner jenis ini biasa disebut street food merupakan warisan budaya bangsa yang kesemuanya "top markotop" (meminjam istilahnya pak bondan nih!). Setiap kali berkunjung ke suatu daerah yang masih dalam jajaran negeri Indonesia tercinta ini, selalu saja disambut dengan kuliner khas daerah tersebut. Beragam skill/ cara memasak, cara penyajian dan pengemasannya seringkali menjadi perhatian tersendiri.


Kuliner dalam street food Indonesia adalah suatu identitas bagi masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku di berbagai daerah. Masing-masing street food memiliki ciri khasnya tersendiri, ditengah kuliner yang tengah disajikan di restoran atau hotel-hotel terkenal. Salah satu ciri khas tersebut adalah bahwa semua makanan khas daerah sangat umum dapat dinikmati semua kalangan usia dan ekonomi. Mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek, mulai dari orang dengan perekonomian menengah, menengah ke atas juga menengah ke bawah, semua bisa menikmati street food Indonesia yang memang penyajiannya sangat merakyat. Banyak sekali makanan khas daerah yang demikian mudahnya ditemui disepanjang jalan suatu daerah, terutama di alun-alun kota. Alun-alun seperti menjadi centre of street food bagi penjual maupun penikmat makanan khas daerah. Street food ini dijajakan di jalanan karena setiap kuliner Indonesia memang makanan rakyat yang dalam penyajiannya juga merakyat. Para penjualnya pun menjajakan jualannya dengan alat yang sangat sederhana seperti sepeda, motor, gerobak, dan pikulan.

Street food Indonesia menjadi sangat digemari karena keragamannya, dimana setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri, yaitu:
Soto Betawi 

 
Soto betawi adalah salah satu soto yang terdiri dari potongan daging dan juga jerohan. Ciri khasnya adlah rasanya yang segar dan nikmat.

Nasi Goreng

 
Nasi goreng, paling enak jika dimasak menggunakan nasi yang telah dienapkan karena kandungan airnya yang akan menguntungkan saat pengolahannya. Nasi goreng biasanya dibumbui dan ditambah dengan seafood dan dadar.

Nasi Kuning

 
Nasi kuning terbuat dari beras yang dicampur dengan kunyit sehingga warnanya berwarna kuning. Biasanya dalam penyajiannya dilengkapi dengan kering tempe, perkedel, mie, urap-urap, rempeyek, dan sebagainya.

Pecel Lele

 
Pecel lele terdiri dari ikan lele yang digoreng dan dilengkapi sambal terasi atau sambal tomat juga lalapan sayur.

Gudeg

 
Gudeg berasal dari Yogyakarta yang terdiri dari buah nangka muda yang diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan olahan yang berwarna coklat dan manis.

Ketoprak

 
Ketoprakterdiri dari  tahu, bihun, ketimun, tauge dan bisa juga pakai telur rebus yang dilengkapi dengan saus kacang, kecap, dan taburan bawang merah goreng juga melinjo.

Siomay

 
Siomay terdiri dari olahan daging untuk isi yang dapat berupa
ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Siomay ini dilengkapi juga dengan kentang, peria, dan kubis dan disiram saus kacang dan kecap manis.

Bakso

 
Bakso merupakan olahan daging yang telah dihaluskan dan dibumbui.

Sate

 
Sate adalah makanan yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi, ikan, dan lain-lain) yang dipotong kecil-kecil dan ditusuki dengan tusukan sate yang terbuat dari bambu lantas dibakar menggunakan bara arang kayu.

Gado-gado

 
Gado-gado terdiri dari sayur-sayuran yang direbus dan dicampur menjadi satu dengan saus dari kacang tanah yang dihaluskan disertai irisan telur dan di atasnya ditaburkan emping goreng atau kerupuk.
Mengapa harus coba street food Indonesia?, alasannya karena hanya dengan menikmati street food ini akan didapatkan banyak kenikmatan tersendiri, di antaranya: pasti lebih nikmat menikmati kuliner khas daerah sambil bersantai di jalanan, sambil menikmati suasana kota, menikmati suasana antri makanan, melihat cara mengolah makanan yang merupakan seni pengolahan tersendiri, makan bersama sehingga setiap makanan yang disajikan akan sangat berkah dan semakin nikmat.

Akan tetapi saat ini ada kecemasan tersendiri bagi penggemar street food dengan adanya oknum yang menggunakan bahan-bahan tidak seharusnya dalam pengolahan makanan jalanan. Karena seringkali street food ini berharga murah, para penjual yang nakal menggunakan bahan yang murah atau bahkan membahayakan tubuh. Seperti penggunaan daging tikus atau babi untuk bakso, kemudian penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan, pencampuran plastik pada minyak penggoreng, dan sebagainya. Atau penjual yang tidak mengetahui takaran dosis penggunaan bahan pengawet pada makanan, seperti natrium benzoat dan pengawet kimia lainnya. 

Semestinya, pemerintah daerahlah yang turut andil dalam mengatasi hal ini, berupa edukasi terhadap cara pengolahan makanan yang baik dan benar. Cara pengawetan juga harus diperhatikan, diusahakan menggunakan bahan-bahan yang lebih alami, sehingga aman bagi tubuh. Sebenarnya, nenek moyang bangsa kita pun sudah mencontohkan dalam penggunaan pengawet alami ini misalnya pengasapan untuk ikan laut, karamelisasi pada rendang, penggunaan rempah-rempah dalam masakan karena rempah-rempah banyak mengandung zat-zat anti bakteri yang dapat membuat makanan lebih tahan lama.

Selain itu sudah selayaknya kita sebagai penggemar street food juga lebih aware. Meski makanan street food enak banget, kita semestinya memperhatikan juga bahan-bahan dan cara pengolahan penjual street food. Iseng-iseng, kita bisa tanya bagaimana proses pengolahan (jika pengolahan makanannya tidak ditempat jualan). Jika kita mengetahui adanya tindak nakal penjual, kita bisa mencoba untuk mengingatkan dengan cara halus, agar semuanya tidak dirugikan.

Ahh, street food memang selalu menyajikan sesuatu yang berbeda. Di setiap penyajiannya ada kisah tersendiri dari kuliner khas Indonesia dan penyajiannya yang merakyat sangat mencerminkan betapa masyarakat kita masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.


*tulisan ini diikutsertakan dalam Femina Foodlovers Blog Competition 2013

sumber:
http://girleatsworld.curious-notions.net
http://guardian.co.uk
http://travel.cnn.com/explorations/eat/40-foods-indonesians-cant-live-without-327106

You Might Also Like

2 komentar

  1. LOTEK colombonya mana? .... hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum sempet moto bang. baby nauranya kalo emaknya lagi maem minta ikutan, jadi poto2 loteknya kapan2 aja deh ^^

      Hapus