Merasa Bangga Setiap Hari
Lama saya berfikir, apa sebenarnya makna kebanggaan? Apa saya pernah merasakannya? Yah, sepertinya saya terlalu membatasi makna kebanggaan hingga sulit untuk kembali mengingat kapan tepatnya rasa itu pernah ada. Well, setiap orang pasti punya standar tersendiri untuk menentukan mana hal-hal yang ia sebut merupakan kebanggaan. Saya sepertinya juga begitu,
karena sepertinya kebanggaan adalah untuk suatu hal yang presticious-yang extraordinary.
Namun sejak saya mulai menyadari bahwa mengapa juga saya jadi mempersulit diri? Bukankah dengan kebanggaan-meski dengan hal yang very ordinary-maka saya akan mengangkat diri saya sendiri. Maksud saya, kebanggaan seringkali ditujukan pada hal-hal yang terlampau berat. Dan saya mencoba sejak kini-paling tidak untuk diri sendiri untuk berbangga dengan sekecil apapun sesuatu yang saya raih.
Tentu saja saya memiliki cita-cita besar dan akan sangat bangga saat saya mampu meraihnya. Tapi bahkan saya tidak mampu memastikan bahwa saya akan setiap saat mendapatkan cita-cita besar itu, bukan?
Kadang saya pun berfikir, apakah hanya saat kita merasa luar biasa dan bangga saja kemudian kita akan sangat bersyukur? Sepertinya tidak. Bukankah, kita dapat bersyukur kapanpun kita mau. Maka mengapa tidak, jika ingin merasa bangga meski hanya dengan hal-hal kecil yang teraih saat ini.
Dengan merasa bangga saya berharap akan meningkatkan rasa percaya diri saya, bahwa saya bisa! Namun tentu setiap kebanggaan tidak boleh berlebihan hingga malah menyebabkan ujub/riya/takabur. Setiap kebanggaan seharusnya diiringi dengan rasa syukur dan semangat untuk terus menjadi lebih baik, terus meraih cita-cita yang lebih tinggi lagi.
Sering saya mendengar pesan, jangan mudah merasa bangga. Well, tentu saja karena maksud pesan ini berkaitan dengan semangat kita. Jika kemudian setelah mencapai sesuatu dan kita bangga lantas merasa ada sedikit kesombongan, secepatnya kita koreksi diri. Namun menurut saya jika kemudian kita merasa bangga terhapap hal sekecil apapun yang diraih kemudian bersyukur dan mengiringinya dengan semangat untuk terus bergerak meng-upgrade diri. Why not?
For me, sekarang adalah saatnya membangun diri. Sekecil apapun harus ada sesuatu yang saya lakukan. That's better than never. Kini saya mencoba untuk lebih memaknai arti kebanggan atas hal-hal kecil yang teraih dengan kesyukuran. Dimana kemudian parameternya adalah unsur kedekatan diri pada Ilahi Rabbiy. Semoga Alloh meridhai setiap usaha dan senantiasa memberikan petunjuk dan pertolongan agar saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Belajar menulis melalui media blog ini menjadi salah satu kebanggaan yang luar biasa, dimana ada suami dan teman-teman yang selalu mendukung. Menulis membantu saya untuk lebih peraya diri. Semoga sayapun senantiasa meng-upgrade diri menjadi lebih baik.aamiin.
8 komentar
harus bangga supaya lebih semangat ya mbak :) good luck ya
BalasHapusiya mak lidya... plus ingin meneladani mak lidya ygbisa eksis nulis dan bw. wah keren deh!
HapusYeah..bangga belajar menulis.. Toos dulu mba. Salam kenal
BalasHapustoos mbak dian P^^
Hapusyippiiee...harus bangga dong.biar makin semangaaatttt!
Good luck, saya juga ikutan kontesnya :)
BalasHapusgood luck juga mak santi..chayooooo!
HapusKebanggaan adalah bentuk rasa syukur. Definisi baru lagi untuk kebanggaan. Nice post :)
BalasHapusiyap mbak evi. biar makin sering bersyukur dan berkah rejeki :)
Hapus