­

Sobat  blog ger, jika kita berbicara mengenai korupsi yang merajalela di negeri tercinta ini rasanya begitu miris. Saya sendiri sempat pes...

Program PLN "Keluarga" Bersih

By 14.03 ,


Sobat blogger, jika kita berbicara mengenai korupsi yang merajalela di negeri tercinta ini rasanya begitu miris. Saya sendiri sempat pesimistis, apa mungkin suatu hari nanti Indonesia akan terbebas dari korupsi?, sedangkan kini korupsi yang terjadi tidak hanya di tingkat atas dan para pejabat namun juga pada masyarakat sendiri. Sungguh korupsi, kolusi, nepotisme, suap, pungli sepertinya telah menjadi rahasia umum, dimana pelakunya nyaris melakukan hal tersebut dengan sadar dan terlihat sangat biasa.

Namun saya pun sadar, pun di dunia ini "apa yang tak mungkin" alias "nothing impossible" sehingga selalu ada harapan untuk menjadi "Bersih". Dan hal ini salah satunya telah mulai jua dirintis oleh perusahaan listrik terbesar kita di negeri tercinta ini yaitu PLN dengan program PLN Bersih. Para sobat bloggerku sekalian apa sudah tahu mengenai PLN Bersih yang merupakan komitmen PLN untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat ini? Kalau belum, mari kita cari tahu!

#Tentang PLN Bersih

PLN Bersih merupakan sarana PLN untuk membangun sistem dalam rangka menangkal praktek korupsi dalam bentuk apapun dengan melibatkan pihak PLN sendiri, para pegawai PLN dan mitra kerja PLN  For your information sobat, menurut PLN proses bisnis yang berpotensi besar menyebabkan terjadinya tindak korupsi adalah proses pengadaan barang dan jasa serta pelayanan kepada pelanggan. Sehingga PLN akan lebih intens mereview 2 proses bisnis ini sebagai sasaran utama PLN Bersih.


Ada empat pilar dari program PLN Bersih, yaitu :
  1. Partisipasi, partisipasi dari para pegawai PLN dan seluruh stakeholders dalam berkomitmen dan menjalankan dan mendukung program PLN Bersih dengan baik.
  2. Integritas, integritas dari para pegawai dalam bekerja melayani masyarakat sangat penting artinya untuk membangun budaya PLN Bersih.
  3. Transparansi, keterbukaan informasi dan sikap responsif terhadap permintaan informasi publik sangat menentukan dan penting dalam pembangunan budaya PLN Bersih.
  4. Akuntabilitas, pilar ini menuntut pegawai PLN untuk selalu responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dan juga mendukung implementasi wishtle blower system dan program pengendalian gratifikasi.
PLN juga berinisiatif untuk melakukan tindakan pencegahan korupsi, di anaranya :
  1. Membuat sistem pelayanan yang transparan dengan meminimalkan pertemuan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN  Contoh : layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php.
  2. Melakukan perubahan aturan pengadaan barang dan jasa.
  3. Membuat sistem penanganan keluhan pelanggan. Contoh : Contact Center 123, Official Fans Page PT.PLN (Persero) dan twitter @pln_123.
  4. Membangun whistler blower system bagi karyawanPLN.
  5. Memudahkan karyawan yang ingin menyerahkan barang terindikasi gratifikasi.
  6. Melakukan multi stakeholder forum (mitra PLN  dengan membuat komitmen dan deklarasi bersama untuk tidak melakukan suapdan korupsi.
Dan dalam implementasi program PLN BersihPLN bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII) untuk mensupervisi program PLN Bersih. TII merupakan salah satu chapter Transparency International, sebuah jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil. TII juga mengembangkan Pakta Integritas sebagai sistem pencegahan korupsi di birokrasi pemerintah. (sumber : akudanpln.blogdetik.com)

#Sebagai blogger apa sih yang bisa saya lakukan?

Seperti yang kita tahu blogger pun adalah salah satu pelanggan PLN karena ngeblog butuh netbook, notebook, smartphone dan sebagainya dimana dalam pengisian daya batrai gadget tersebut membutuhkan energi listrik yang kebanyakan menggunakan listrik dari PLN seperti stop kontak di rumah, kantor, bahkan rumah makan atau hotel. Tentu saja program PLN Bersih tidak boleh dilewatkan begitu saja. Para blogger 'wajib' dukung PLN Bersih. Karena dengan adanya program ini akan sangat menguntungkan kita sendiri (sebenarnya) sebagai pelanggan. Jika semua program PLN Bersih terlaksana, maka kita semua akan merasakan dampak yang luar biasa.

Memang, kadang ada rasa mangkel saat tiba-tiba listrik padam tanpa ada pemberitahuan lebih dulu. Memang, kadang kita jengkel kala ingin menambah daya tapi kemudian bertemu dengan pihak-pihak yang meminta tambahan biaya. Duh, mengeluh memang tak ada habisnya yah. Namun mengapa tidak, kita dukung usaha PLN ini. Toh personil PLN juga manusia seperti kita yang pasti ada salah dan khilafnya (padahal orang korupsi itu jelas jadi bahan bakarnya api neraka lho!).

Sebagai blogger tentu kita dapat membantu melalui tulisan-tulisan yang relevan yang menyampaikan semangat PLN Bersih sehingga program PLN ini akan makin banyak dibaca orang dan meningkatkan TRUST/kepercayaan pada PLN. Kita juga bisa menyebarkan tulisan-tulisan mengenai PLN Bersih dalam milis/ group FB dan sebagainya. Namun karena blogger tidak hanya tinggal di dunia maya saja, alias numpang makan dan tidur di dunia nyata maka apa salahnya kita getok tularkan program PLN ini secara langsung pada setidaknya orang terdekat, keluarga, tetangga, yang sering ditemui sehari-hari.

Selain itu, sebagai blogger, alangkah baiknya jika kita juga mengimplementasikan program PLN Bersih ini dalam diri masing-masing. Mencoba jujur pada diri sendiri, apa yang telah kita lakukan selama ini. Apakah ada salah satunya ang mengindikasikan tindak korupsi listrik atau korupsi yang lainnya. Semoga dengan memulai dari diri sendiri kita juga makin bersemangat untuk mendukung program ini.

#Program PLN "Keluarga" Bersih

Dimulai dari keluarga
Nah selain beberapa hal yang disebutkan di atas, saya pribadi pun ingin mengusulkan beberapa hal untuk turut membantu program PLN Bersih ini. Usulan saya adalah dalam membangun budaya "Bersih", bagaimana jika semua dimulai dari keluarga. Karena keluarga adalah kelompok terkecil dari susunan masyarakat. Saat semua dimulai dari susunan masyarakat yang terkecil sehingga akan lebih mudah mengontrol tindak korupsi yang ada pada tingkat dasar, dan diharapkan akan menggurita pada tindak korupsi tingkat atas.

Saya menamainya dengan program PLN "Keluarga Bersih", dengan inisiatif tindakan pencegahan korupsi dimulai dari pemberian pemahaman bagi para ibu rumah tangga untuk mulai kembali ke rumah. Yup, fokusnya adalah pada para "Ibu Rumah Tangga", yang menjadi pusat keluarga dimana para ibu lah yang memiliki "Pengaruh Besar" bagi suami dan anak-anaknya. Maksud saya adalah agar kemudian para ibu rumah tangga menjadi lebih kritis dan peduli terhadap perilaku anak-anak, suami dan mulai melakukan perubahan-perubahan tindakan yang mengindikasikan terjadinya korupsi. Program ini bisa dimulai dari ibu-ibu dari pegawai PLN terlebih dahulu agar nantinya saat program ini dilucurkan sudah ada prototype-nya.

Sebelum memberikan nasihat dan contoh perilaku terhadap keluarga, tentu seorang ibu mau tidak mau harus meninjau ulang dirinya sendiri. Apakah selama ini pernah secara sengaja atau tidak melakukan tindakan yang berindikasi pada korupsi. Misalnya apa ibu pernah memberikan tip untuk petugas yang datang ke rumah membetulkan perangkat listrik? , atau mungkin pernah menerima uang kampanye (dalam bentuk uang atau barang) dari para calon kades?, atau apa ibu pernah memberi tambahan uang (selain uang administrasi) saat mengurus Kartu Keluarga di Kecamatan?, atau apa ibu pernah menjadi prioritas saat foto e-KTP karena ada saudara ibu di kantor kecamatan?, dan lain sebagainya hal-hal yang mengindikasikan tindak korupsi.

Pengaruh Ibu
Para ibu ini dipahamkan akibat dari tindak korupsi yang bersifat laten dan orang yang terlibat didalamnya akan terbiasa dan selamanya berada dalam lingkaran setan. Sedangkan dampaknya akan sangat merugikan yaitu hilangnya kepercayaan/ TRUST dimana-mana. Setelah para ibu ini mengetahui dampak korupsi maka selanjutnya adalah pengetahuan mengenai cara-cara untuk menangkal dan menolak segala tindakan yang datang dari diri sendiri maupun orang lain yang mengindikasikan tindak korupsi.

Jika para ibu sudah memahami dan melakukan secara real tindakan anti korupsi, maka akan sangat mudah memberikan pengaruh pada suami dan anak-anak. Beberapa cotoh pengaruh ibu tersebut yaitu :
  1. Misalnya, saat kebutuhan sehari-hari meningkat maka ibu/ para istri akan menjadi lebih bijaksana dengan mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan sehingga tidak membebani suami terlalu berat. Karena ada para suami melakukan tindak korupsi disebabkan tekanan dari istri dan keluarganya yang meminta ini dan itu di luar batas kemampuannya. Hal ini tentu berakibat fatal, karena sungguh harta yang bersumber dari sesuatu yang haram baik sifat maupun wujudnya maka akan memberikan pengaruh buruk pada orang ataupun keluarga yang memakannya. Maka sudah semestinya, para ibu menjadi lebih kritis, lebih jeli juga terhadap segala hal yang mampu menyebabkan tindak korupsi seperti contoh tersebut.
  2. Kemudian untuk anak-anak, maka ibu sudah semestinya memberikan contoh dan anjuran yang baik, misalnya mematikan alat elektronik segera setelah selesai digunkan. Hal ini karena anak akan lebih banyak menyerap contoh perilaku secara langsung ketimbang nasihat yang diberikan terlalu banyak. Ibu bisa memulainya dengan mengajari anak tentang sebab-akibat suatu tindakan. Misalnya, jika belajar dengan rajin, maka ilmu akan terserap dengan baik dan menjadi bekal dalam memahami segala sesuatu, tidak mudah dibohongi dan tahu cara bersikap. Apabila anak mengetahui sebab-akibat sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukannya maka dia akan lebih menerima setiap nasihat dan contoh perilaku. Ibu boleh sesekali memberikan reward terhadap hal-hal baik yang dilakukan anak, namun jangan sampai ini menjadi keharusan sehingga jika ibu tidak memberikan reward lagi maka anak akan tidak melakukan kebaikan yang semestinya.
Demikianlah, menurut paham saya bahwa sangat penting untuk memulai budaya anti korupsi untuk menangkal dan menolak segala bentuk tindak korupsi ini dari rumah. Dari keluarga yang merupakan satuan terkecil dri kelompok masyarakat. Dan dari seorang ibu yang sesungguhnya sangat berpengaruh dalam keluarga yaitu suami dan anak-anaknya. Bukankah hampir seluruh pelaku korupsi memiliki keluarga yang menjadi tanggungannya. Sedangkan semestinya dia melindungi keluarganya dari tindakan haram dan makan makanan haram sehingga terhindar dari api neraka. Maka diharapkan dengan program PLN "Keluarga" Bersih ini akan membawa tiap keluarga untuk "Bersih" terbebas dari tindak korupsi. Sehingga tindak korupsi yang dilakukan dari tingkat dasar hingga tingkat atas akan mulai tereduksi. Insyaalloh. Yuk kita tetap optimis sobat blogger! Dukung program PLN Bersih!

sumber tulisan dan gambar:
http://akudanpln.blogdetik.com/tentang-pln-bersih-2/
http://www.blogsconnections.com/

You Might Also Like

9 komentar

  1. Formulir Pendaftaran Lomba Blog "Blogger Dukung PLN Bersih"
    Pendaftaran Anda sudah kami catat dalam database pendaftaran lomba blog.
    Terima kasih atas partisipasi Anda mengikuti lomba blog "Blogger Dukung PLN Bersih"
    Informasi lebih lanjut, silahkan kirimkan email ke adminblog@detik.com dengan subjek : "Tanya Lomba Blog PLN Bersih"

    BalasHapus
  2. Mantap artikelnya...semoga kita para blogger juga bersih !

    BalasHapus
  3. No suap harus, kalo tip gimana mbak? disini mototnya PLN Top Tanpa Tip

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaaaaa mak lidya...ntar keseringan tip malah kalo gak dikasih tip lak nagih mereka ^^..hdeuh >.<

      Hapus
  4. Balasan
    1. uwaaaaa... masih harus banyak belajar saya mak ida..
      semoga saya bisa meneladani mak ida yang asli lebih keren dari saya mah

      Hapus
  5. saya dukung dengan tema PLN bersih saya senang ada 4 pilar dari program PLN Bersih, mantap, thanks
    kunjung balik Gan di blog saya http://iklans-ukses.blogspot.com/

    BalasHapus